Suami Merantau, Ibu di Polewali Mandar Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap

Oleh Abdul Rajab Umar pada 06 Jul 2022, 03:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 03:00 WIB
Penemuan mayat bayi
Perbesar
Anggota Satreskrim Polres Polman di lokasi penemuan mayat bayi di Desa Katumbangan Lamo (Foto: Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Polewali Mandar - Seorang ibu berinisial NR (41) warga Desa Katumbangan Lemo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat tega membuang bayi yang baru dia lahirkan. Dia meninggalkan bayinya hingga meninggal di sebuah kebun warga, hanya terbungkus selembar sarung.

Bayi malang itu dibuang pada Sabtu (2/7/2022) malam, jasadnya ditemukan keesokan harinya saat pemilik lahan membersihkan kebunnya. Dia curiga dengan aroma busuk yang menyengat, lalu memeriksa dan menemukan sebuah sarung yang tengah dirobek seekor anjing.

"Setelah anjing itu diusir dan sarung dibuka, ternyata ada sesosok mayat bayi berjenis kelamain laki-laki," kata Kasatreskrim Polres Polewali Mandar, Iptu Agung Setyo Negoro, Selasa (05/07/2022).

Agung menambahkan, penemuan itu dilaporkan ke kepala desa. Kemudian, kepala desa mendatangi NR, warga yang dicurigai sebagai pelaku pembuangan bayi. Kecurigaan itu benar, NR yang diketahui tengah hamil besar baru saja melahirkan dan bayinya tidak ditemukan.

"Saat warga membawa pelaku untuk dicek di puskesmas, ternyata bagian kewanitaannya masih mengalami nifas, artinya habis melahirkan. Kemudian dilaporkan ke polisi," ujar Agung.

Agung mengungkapkan, NR nekat membuang darah dagingnya karena bayi itu hasil hubungan gelapnya dengan seorang pria di desanya. Dia diketahui memiliki seorang suami yang saat ini bekerja di Malaysia dan sudah terpisah selama sembilan tahun.

"Pelaku mengalami kontraksi kurang lebih satu jam sebelum melahirkan. Dia diketahui telah memiliki tiga anak dari suaminya yang sah," jelas Agung.

Saat ini, polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti dan NR tengah menjalani pemeriksaan di Polres Polman untuk pengembangan kasus. Sementara, mayat bayi malang itu masih di rumah sakit untuk diautopsi.

"Bisa jadi ini kasus penemuan mayat bayi ini adalah pembunuhan berencana, kita tunggu saja pengembangannya," tutup Agung.

Saksikan Vidio Pilihan Berikut:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya