Tragedi Berdarah di Taman Cerdas Samarinda

Oleh Apriyanto pada 06 Jul 2022, 01:00 WIB
Diperbarui 06 Jul 2022, 01:00 WIB
Perkelahian
Perbesar
Aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti yang dikenakan saat perkelahian terjadi di Taman Cerdas Samarinda. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Samarinda - Hiruk pikuk di Taman Cerdas yang berlokasi di Jalan S Parman, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda mendadak mencekam pada Senin (4/7/2022) sore. Terjadi perkelahian menggunakan senjata tajam (sajam) 4 lawan 1.

Dari perkelahian itu, satu orang pria berinisial YU (43) tewas akibat luka berat yang dialaminya. Korban mengalami luka di bagian perut kiri serta arteri utama di bagian paha lantaran ditikam menggunakan sajam jenis badik yang dilayangkan oleh pelaku berinisial AM (38).

Meski sempat dilarikan ke RSUD AW Syahrani Samarinda untuk mendapatkan perawatan intensif hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Peristiwa berdarah itu terjadi lantaran adanya dendam lama antara adik dari YU dengan pelaku. Sudah dua hari AM lebih dulu memantau kediaman maupun tempat jualan korban yang berlokasi di Taman Cerdas, Samarinda.

Ketika melihat korban dan adiknya sedang sendirian, pelaku pun lantas menghampiri YU dan adiknya sembari mengancam membawa badik.

"Pelaku ini baru keluar penjara dan mempunyai dendam. Dua hari sebelumnya sudah bolak balik di depan rumah maupun di tempat jualan korban untuk memantau situasi, pelaku ini merasa dendam dengan adik korban atas tewasnya teman dari pelaku," terang Kapolsek Samarinda Ulu, AKP Zainal Arifin melalui Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Iptu Fahrudi, saat dikonfirmasi awak media, pada Selasa (5/7/2022).


Perkelahian 4 Lawan 1

Perkelahian
Perbesar
Warga berkumpul di lokasi perkelahian di Taman Cerdas Samarinda. (Liputan6.com/istimewa)

Mendapat ancaman tersebut, YU kemudian memberitahukan hal itu kepada kedua anaknya, yang kemudian bergegas mendatangi lokasi. Perkelahian 4 lawan 1 pun terjadi.

Meski sempat terkepung, pelaku dengan sebilah sajamnya menyerang ke arah YU. Korban pun sempat melakukan perlawanan menggunakan parang yang ia bawa, tetapi terlepas saat dirinya terjatuh.

"Ketika korban terjatuh, pelaku pun mengambil kesempatan itu untuk menikam korban di bagian perut dan pahanya hingga mengenai arteri utama yang menyebabkan pendarahan hebat," bebernya.

Melihat kondisi sang kakak yang kena sejumlah luka tikaman, adik korban yakni Jufri (39) pun kemudian menarik dan balik menyerang pelaku menggunakan parang. Meski begitu, AM berhasil melarikan diri ke arah sungai sebelum akhirnya diamankan oleh warga di sekitar lokasi kejadian.

"Saat dilakukan perlawanan, pelaku ini langsung berusaha kabur dan melompat ke arah sungai dan kemudian diamankan aparat kepolisian dan warga setempat," ujar Fahrudi.


Pelaku Dirawat

Sementara korbannya yang mengalami pendarahan cukup serius itu pun akhirnya langsung dilarikan ke RSUD AW Syahrani guna mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawa YU pun tak terselamatkan.

"Tadi malam pukul 00.00 Wita sempat dilakukan operasi karena sakit. Kemudian tadi subuh sekitar pukul 05.00 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia," katanya

Selain mengamankan AM, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu bilah badik berukuran 19 sentimeter serta satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku.

Selain itu, pelaku yang juga mendapati luka di bagian dada dan lengan kanan serta jemarinya akibat pertarungan itu, kini tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit SMC.

"Pelaku saat ini sedang menjalani perawatan akibat luka yang dialaminya," dia memungkasi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 340 tentang unsur-unsur pembunuhan berencana dan atau pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya