Alami Hipotermia dan Asma, Basarnas Evakuasi Mahasiswa dari Gunung Tilongkabila

Oleh Arfandi Ibrahim pada 26 Jun 2022, 16:00 WIB
Diperbarui 26 Jun 2022, 16:00 WIB
Basarnas Gorontalo saat melakukan evakuasi
Perbesar
Basarnas Gorontalo saat melakukan evakuasi terhadap mahasiswa dari gunung tilongkabila, Bone Bolango (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Gorontalo - Sedikitnya ada 15 orang Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Belantara Universitas Negeri Gorontalo (UNG) harus dievakuasi oleh tim gabungan Basarnas, TNI dan Polri.

Evakuasi ini dilakukan setelah dua mahasiswa mengalami hipotermia dan asma saat melakukan pendakian di Gunung Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango (Bonebol). Gunung ini memiliki ketinggian 1.393 meter dari permukaan laut (MDPL).

Informasi yang dirangkum Liputan6.com, awalnya belasan mahasiswa mulai mulai melakukan pendakian gunung Tilongkabila, Kamis (23/6/2022) sekitar pukul 04.00 Wita.

Selanjutnya Jumat (24/6/2022) sekitar pukul 10.00 Wita salah satu mahasiswa bernama Dea Nanda Doke mengalami kelelahan. Karena kelelahan, mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak pada ketinggian 701 MDPL.

Namun, Dea tak kunjung membaik, suhu tubuhnya turun drastis disertai batuk darah yang dicurigai adalah hipotermia. Tubuh Dea lemas dan tidak mampu lagi berjalan.

Sebelumnya Dea dan kawan-kawan baru saja melewati medan terjal, ditambah lagi kondisi jalan yang becek akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Gorontalo.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:


Hambatan Evakuasi

Pukul 21.00 Wita tim pendakian mengambil keputusan untuk beristirahat di pos 1 sembari menunggu tenaga korban kembali pulih. Setelah ditangani teman temannya, Dea perlahan membaik, suhu tubuhnya kembali normal meskipun begitu, tenaganya belum pulih total.

"Kami menerima laporan kemarin tanggal 24 sekitar pukul jam 09.00 Wita. Sudah ada kejadian tapi itu kami terus pantau mereka mengabarkan bahwa sudah aman tapi setiap sejam sekali kami tetap menanyakan keberadaan dari para pendaki itu," kata Kepala Basarnas Gorontalo, I Made Junetra kepada Liputan6.com.

Lebih lanjut, I Made Junetra, tim SAR kemudian menerima laporan sekitar pukul 21.00 bahwa mereka membutuhkan pertolongan SAR. Tim SAR kemudian langsung menuju kaki gunung tilongkabila untuk melakukan pencarian.

Proses evakuasi mengalami banyak hambatan, selain medan terjal, dan kondisi tanah yang licin dan berair, tim SAR gabungan harus membuka jalur sendiri untuk bisa menjangkau para pendaki.

Akhirnya pada pukul 03.00 pagi, tim SAR gabungan berhasil menjangkau para pendaki, kondisi korban yang mengalami hipotermia sudah perlahan membaik. Namun, ada masalah baru lagi, salah satu diantara mereka diserang penyakit asma.

"Alhamdulillah Tim SAR gabungan berhasil  mengevakuasi korban ke perkampungan dalam keadaan selamat dan dua diantaranya mendapat penanganan medis lanjutan di Puskesmas Suwawa," ia menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya