Jurus UNESCO Jakarta Mempromosikan Desa Wisata dan Kurangi Jejak Manusia di Candi Borobudur

Oleh Liputan6.com pada 25 Jun 2022, 19:58 WIB
Diperbarui 25 Jun 2022, 20:03 WIB
Pengunjung kawasan Borobudur
Perbesar
Pengunjung Kawasan Borobudur juga bisa belajar tentang seni lokal di Desa Giritengah

Liputan6.com, Jakarta UNESCO Jakarta meluncurkan kegiatan pelatihan bersama dengan Balai Konservasi Borobudur serta mitra lainnya mulai Juli 2022. Kegiatan ini merupakan bagian dari Sustainable Training Program yang dilaksanakan di bawah dukungan the Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Tujuan pelatihan ini untuk mempromosikan desa wisata sekaligus mengurangi jejak manusia di situs warisan dunia abad ke-9 Candi Borobudur yang kondisinya semakin rentan.

Hal ini berdasarkan rekomendasi dari World Heritage Committee, yakni pihak berwenang Indonesia membuat keputusan penting untuk mengurangi  jumlah pengunjung harian yang naik ke Candi Borobudur, untuk menghindari penurunan batu candi.

Sebagai alternatif, pengunjung didorong untuk bertandang ke desa-desa yang jarang dikunjungi yang punya keterkaitan sejarah erat dengan dengan keberadaan candi.

“Silakan temukan potensi budaya dari desa-desa sekitar Borobudur,” ujar Direktur UNESCO Jakarta Mohamed Djelid, dalam siaran persnya, Sabtu (25/6/2022).

Ia mengusulkan, tur khusus bagi media untuk mengunjungi Borobudur dan desa-desa yang terhubung dengannya. Tujuannya, untuk menyaksikan upaya pemerintah termasuk Balai Konservasi Borobudur bersama LSM lokal, dan UNESCO dalam melindungi Candi Borobudur sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

“Informasi tanggal tur selanjutnya akan segera diumumkan oleh UNESCO Jakarta,” ucapnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya