Polusi Udara, Ancaman ISPA dan Pencegahan Karhutla di Sumsel

Oleh Nefri Inge pada 22 Jun 2022, 22:30 WIB
Diperbarui 22 Jun 2022, 22:30 WIB
Dampak Karhutla
Perbesar
Warga yang terpapar kabut asap karhutla menghirup oksigen ketika berada di Rumah Singgah Korban Asap di Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9/2019). Data Kemenkes sebanyak 15.346 warga di Provinsi Riau menderita ISPA akibat kabut asap karhutla dalam kurun waktu September 2019. (Wahyudi/AFP)

Liputan6.com, Palembang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatera Selatan (Sumsel), begitu membekas di memori Fery (35), warga Palembang yang pernah terpapar kabut asap.

Saat itu, dia sempat mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ringan, seperti sesak nafas di kala itu. Walau ISPA ringan, namun setiap memasuki musim kemarau, dia selalu waspada dengan kesehatannya dan keluarganya.

Terlebih saat ini, dia sudah mempunyai dua orang anak kecil, balita perempuan berusia 2 tahun dan bayi yang masih berumur 1 bulan. Dan juga, ayahnya yang sudah lanjut usia (lansia), yang beberapa kali mengalami sesak nafas.

“Ada kecemasan sedikit, apalagi kedua anak saya masih kecil, jadi mudah terpapar polusi udara. Karena karhutla di tahun 2015 sangat parah, saya pun mengalami dampaknya terhadap kesehatan,” ucapnya kepada Liputan6.com di Palembang Sumsel, Rabu (22/6/2022).

Untuk mencegah terjadinya gangguan pernapasan, dia dan istrinya sudah menyiapkan masker dan tabung oksigen. Serta tak membawa kedua balitanya ke luar rumah, jika tidak ada keperluan penting.

Feri yang merupakan pegawai swasta di Palembang ini yakin terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan instansi terkait, untuk mengantisipasi dan mencegah karhutla di tanah kelahirannya.

Antisipasi dan pencegahan karhutla juga sudah dilakukan Pemprov Sumsel dan instansi terkait setiap tahunnya. Di Rabu (22/6/2022) pagi, Pemprov Sumsel juga menggelar Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla di halaman Griya Agung Palembang Sumsel.

Apel yang dipimpin Gubernur Sumsel Herman Deru, turut dihadiri Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto, jajaran instansi terkait, juga sejumlah perusahaan Hutan Tanaman Industri dan Perkebunan di Sumsel.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


Apel Kesiapsiagaan

Polusi Udara, Ancaman ISPA dan Pencegahan Karhutla di Sumsel
Perbesar
Gubernur Sumsel Herman Deru memimpin Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla di halaman Griya Agung Palembang Sumsel, Rabu (22/6/2022) (Dok. Humas Pemprov Sumsel / Nefri Inge)

Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan, kesiapsiagaan dilakukan untuk menghadapi musim kemarau, terutama menghadapi ancaman karhutla.

Setiap tahunnya, Pemprov Sumsel bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BAdan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Restorasi Gambut (BRG), yang siap siaga mencegah karhutla di Sumsel.

"Kita semua harus waspada dan siap siaga menghadapi musim kemara. Dengan kesiapsiagaan yang tinggi, semoga saat musim kemarau Sumsel tidak terjadi karhutla, " ucapnya.

Mitra pemasok APP Sinar Mas di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), PT Bumi Mekar Hijau, PT Bumi Andalas Permai dan PT SBA Wood Industries, turun tangan mencegah karhutla di Sumsel.

Yakni dengan menghadirkan Personil Pemadam Kebakaran (RPK) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) beserta sejumlah sarana transportasi dan peralatan penanggulangan Karhutla.

Fire Operation Management Head APP Sinar Mas Wilayah OKI, Mares Prabadi mengatakan, mitra pemasok APP Sinar Mas di OKI menampilkan Situation Room (Sitroom) yang digunakan untuk memantau data hotspot dari satelit secara realtime (24 jam), Sitroom pusat berada di fire base yang terhubung dengan Sitroom setiap distrik.

 


Alat Cegah Karhutla

Polusi Udara, Ancaman ISPA dan Pencegahan Karhutla di Sumsel
Perbesar
Gubernur Sumsel Herman Deru saat mengecek persiapan alat pencegahan karhutla saat Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla di halaman Griya Agung Palembang Sumsel, Rabu (22/6/2022) (Dok. Humas Pemprov Sumsel / Nefri Inge)

Serta ditampilkan perangkat indoor dan outdoor Automatic Weather Station (AWS), untuk memantau cuaca dan kondisi bahan bakar di areal perusahaan.

Mitra pemasok APP Sinar Mas OKI juga, menerbangkan Helikopter Bell 412 yang biasa digunakan untuk patroli udara dan water boombing, ada juga Drone UAV yang berfungsi untuk melakukan deteksi dini yang realtime.

Dia menambahkan, ada helikopter patroli memilik personil TRC khusus yang sudah terlatih, untuk dapat diterjunkan di lokasi yang sulit dijangkau. Hal tersebut dilakukan, agar api dapat cepat dipadamkan dan tidak meluas.

“Mitra pemasok APP Sinar Mas OKI juga memiliki mesin pemadam pompa jinjing, pompa induk sedang dan pompa induk besar, yang memiliki kemampuan standar operasional pemadaman kebakaran lahan,” ujarnya.

“Juga ada Sambunesia Nozzle yang dapat digunakan untuk serangan langsung, memadamkan api dalam gambut, menahan api loncat, dan kegiatan mop-up,” katanya.

Dengan peralatan yang memadai dan personil handal, lanjut Mares, mitra pemasok APP OKI siap dan turut mendukung upaya pemerintah dalam menanggulangi dan mencegah karhutla di Sumsel.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya