Anggota Khilafatul Muslimin Sudah Susupi Tubuh Partai dan Ormas, Benarkah?

Oleh Yandhi Deslatama pada 22 Jun 2022, 02:00 WIB
Diperbarui 22 Jun 2022, 02:00 WIB
Anggota Khilafatul Muslimin Mengikrarkan Diri Kembali Ke Pangkuan NKRI. (Senin, 21/06/2022). (Dokumentasi FKPT Banten).
Perbesar
Anggota Khilafatul Muslimin Mengikrarkan Diri Kembali Ke Pangkuan NKRI. (Senin, 21/06/2022). (Dokumentasi FKPT Banten).

Liputan6.com, Serang - Anggota Khilafatul Muslimin terindikasi kuat aktif di salah satu partai politik (parpol) dan ormas. Hal itu dikatakan oleh Ketua Forum Koordinator Penanggulangan Terorisme (FKPT) Banten, Amas Tadjuddin. Parpol dan ormas itu merupakan salah satu organisasi terbesar yang ada di Banten maupun Indonesia. Bahkan, mantan anggota Khilafatul Muslimin itu aktif pernah menjadi tim sukses (timses) salah satu caleg.

"(AS dan Hy), yang bersangkutan telah banyak membantu kampanye para caleg dari partai tersebut," kata Ketua FKPT Banten, Amas Tadjuddin, melalui pesan elektroniknya, Senin (20/06/2022).

Setidaknya ada empat anggota Khilafatul Muslimin yang telah menyatakan ikrar untuk kembali setia kepada Pancasila dan UUD 1945, yakni AS dan Hy, warga Lampung yang tinggal di Kota Serang, Banten.

Kemudian HF warga asli Dompu, NTB yang tinggal di sekitar Pasar Induk Rau. Kemudian Ik, warga asli Padang, Sumatera Barat (Sumbar) yang tinggal di Kelapa Endep. Semuanya berada di Kota Serang, Banten.

Keempat anggota Khilafatul Muslimin itu mengikrarkan diri ke pangkuan NKRI karena maraknya pemberitaan tentang organisasi tersebut. Sehingga, membuat mereka beserta keluarganya tidak lagi nyaman.

"Dia janji akan kooperatif membantu kepolisian membuka jaringan Khilafatul Muslimin yang dia telah menjadi anggota sejak tahun 2006 dan berbaiat kepada khalifah Hasan Baraja di Lampung, kemudian di gembleng di Dompu NTB dan di dakwahkan secara terang-terangan di Kota Serang, Banten," ujarnya.

Amas bercerita bahwa doktrin yang diterima para pengikut Khilafatul muslimin adalah mendirikan sistem khilafah yang disebut sebagai khilafah ala minhajin nubuwah, meniru kepemimpinan model Vatikan bagi umat Katolik dunia.

Kemudian setiap anggotanya wajib menghafal ayat Al-Qur'an yang mengandung kalimat atau bacaan khalifahnya saja. Kemudian umat Islam harus mengikuti baiat Khilafatul Muslimin agar menjadi saudara se-iman dan seperjuangan.

"Dengan kata lain sistem khilafah yang sedang diperjuangkan adalah meniru model sistem kepemimpinan keyakinan Katolik dan Vatikan," jelasnya.


Tanggapan Muhammadiyah

Mengenai kebenaran adanya kader PAN yang menjadi anggota Khilafatul Muslimin, partai tersebut mengaku akan menelusuri terlebih dahulu akan informasi yang disampaikan FKPT Banten.

"Saya belum tahu info tersebut. Nanti saya kroscek dulu yah," kata Bendahara DPW PAN Banten, Dede Rohana Putra, melalui selulernya, Senin (20/06/2022).

Kemudian di kepengurusan Muhammadiyah Kota Serang, tidak ada nama AS dan Hy sebagai anggota maupun kepengurusan di organisasi Islam tersebut. Hal itu dipastikan setelah penelurusan data base organisasi Muhammadiyah.

"Kami atas nama pengurus Muhammadiyah tidak pernah mendengar dan tidak ada nama di data base-nya juga," kata Ketua Muhamadiyah Kota Serang, Hamsin Sarbini, melalui selulernya, Senin (20/06/2022).

Pihak Muhamadiyah berharap tidak dikaitkan dengan organisasi terlarang yang pimpinannya telah dijadikan tersangka oleh kepolisian. Hamsin juga meminta seluruh kadernya untuk menjaga nama baik organisasi Islam yang sudah berusia 109 tahun itu.

"Tolong dibersihkan, jangan sampai nama Muhamadiyah tercemar oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.

Kepastian tidak ada anggotanya yang menjadi anggota Khilafatul muslimin juga dipastikan oleh Sekretaris Muhammadiyah Banten, Zakaria Syafei. Dia menyatakan dia tahu dan tidak mengenal nama AD dan Hy.

"Saya selalu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah tidak tahu dan tidak kenal. Karena itu saya yakin dia bukan orang Muhammadiyah," ujar Zakaria Syafei, melalui pesan elektroniknya, Senin (20/06/2022).

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya