Ekspor CPO Belum Mulai, Harga TBS Sawit di Aceh Cenderung Turun

Oleh Liputan6.com pada 19 Jun 2022, 14:00 WIB
Diperbarui 19 Jun 2022, 14:00 WIB
Potret Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit di Aceh
Perbesar
Seorang pekerja menurunkan cangkang kelapa sawit dari gerobak dorong di perkebunan kelapa sawit di Sampoiniet, provinsi Aceh (7/3/2021). Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang memiliki produksi terbesar di Kabupaten Aceh. (AFP Photo/Chaideer Mahyuddin)

Liputan6.com, Aceh - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Aceh Utara menyatakan harga tandan buah segar (TBS) sawit di kabupaten itu di tingkat pengepul Rp1.700 per kilogram.

Ketua Apkasindo Kabupaten Aceh Utara Kastabuna di Lhokseumawe, Jumat, mengatakan sedangkan harga TBS sawit di tingkat pabrik mencapai Rp2.000 per kilogram.

"Harga TBS sawit sekarang cenderung turun. Harga di kisaran Rp1.700 per kilogram. Padahal, pemerintah sudah mencabut larangan ekspor minyak mentah sawit atau CPO," kata Kastabuna.

Kastabuna mengatakan meskipun keputusan larangan ekspor CPO telah dicabut, namun harga TBS petani justru sama dengan saat kebijakan pelarangan ekspor CPO diberlakukan pemerintah beberapa waktu lalu.

 

 


Ancaman Tangki CPO Pabrik Penuh

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah segera mempercepat proses ekspor minyak mentah sawit atau CPO guna meningkatkan harga tandan buah segar (TBS) sawit.

Saat ini, kata Kastabuna, pemerintah sudah mengeluarkan izin ekspor CPO mencapai 320 ribu ton. Akan tetapi proses ekspor tersebut hingga kini belum jalan.

Kondisi tersebut menyebabkan tangki di beberapa pabrik kepala sawit sudah sudah mulai penuh akibat ekspor belum berjalan, sehingga ada yang terpaksa menolak membeli TBS petani, katanya.

"Hal tersebut juga mengakibatkan harga TBS sawit masih rendah. Kami yakin jika ekspor berjalan, maka harga TBS sawit di tingkat petani kembali meningkat," kata Kastabuna menyebutkan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya