Kapolri Datang ke Titik Nol IKN, Ini yang Dilakukan

Oleh Apriyanto pada 18 Jun 2022, 14:00 WIB
Diperbarui 18 Jun 2022, 14:00 WIB
Kapolri Kunjungi IKN
Perbesar
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat berpose bersama tokoh masyarakat di titik Nol IKN, Penajam Paser Utara. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Penajam Paser Utara - Kegiatan Bakti Kesehatan, khitanan, operasi bibir sumbing, pengobatan umum, donor darah dan vaksinasi yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-76 di titik nol Ibu Kota Negara (IKN), dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Jumat (17/6/2022) siang.

Kedatangan rombongan Kapolri di titik nol IKN ini langsung disambut oleh para tokoh masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim), tokoh adat, juga tokoh pimpinan pusat organisasi Kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung plus, ormas Islam seperti Banser, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia, Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia hingga organisasi buruh. Masyarakat yang menyambut kedatangan Kapolri pun menggunakan kaos putih bertuliskan I Love IKN berjejer membentuk pagar betis menyambut rombongan Kapolri.

“Kami dari masyarakat Sepaku khusus memakai baju i love IKN ini untuk menyambut Pak Kapolri sebagai wujud dukungan terhadap IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara," ungkap salah satu warga, Agus.

Usai tiba di titik nol, Kapolri terlebih dulu mendengar paparan dari Sekretaris Badan Otorita IKN Achmad Jaka Santos Adiwijaya terkait progres perkembangan IKN. Kemudian dilanjutkan peninjauan proses khitanan masal, donor darah dan vaksinasi.

Tak hanya itu, Kapolri yang didampingi seluruh tamu undangan menggelar rapat melalui video conference yang langsung terhubung ke 34 Polda se-Indonesia.

"Hari ini kita semua berada di titik nol IKN, kenapa kita berada di sini karena kita semua tentunya ingin terus menggelorakan terkait dengan apa yang menjadi semangat untuk mewujudkan Ibu Kota Nusantara. Hampir seluruh elemen bangsa baik dari organisasi kepemudaan, kemahasiswaan hingga Serikat pekerja juga ikut hadir tentu menjadi komitmen kita bahwa dengan adanya ini sebagai wujud deklarasi dukungan untuk keberlanjutan dari IKN," terang Kapolri saat memberikan keterangan saat pres conference di titik nol IKN.

Dia mengatakan bahwa pembangunan IKN akan membutuhkan waktu yang panjang sehingga perlu adanya komitmen dari para pemuda untuk dapat mengawal proses pembangunan IKN.

"Tentunya rekan generasi muda ini yang nantinya akan melanjutkan dan mengawal sampai tuntas karena mungkin saja diantara rekan-rekan ini akan menjadi pemimpin nasional di tahun 2045 jadi tanggung jawab untuk melanjutkan tentunya kami titip kepada seluruh rekan-rekan semua,” kata orang nomor satu di lingkungan Polri ini.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:


Bakti Kesehatan Digelar Serentak di 34 Provinsi

Bakti Kesehatan
Perbesar
Kegiatan bakti kesehatan yang digelar di titik Nol IKN. (Liputan6.com/Istimewa)

Di samping melaksanakan deklarasi dan dukungan terhadap pembangunan IKN, lanjut Kapolri juga dilaksanakan kegiatan Bakti Kesehatan yang digelar di 34 Provinsi dengan berbagai jenis kegiatan.

"Mulai dari vaksinasi target diangka 1 juta dosis untuk boster kemudian pelayanan kesehatan untuk berbagai macam keluhan ada 22.665 pasien kemudian operasi celah bibir dan langit capaian 918 pasien, donor darah 53.991 orang, dan operasi katarak 357 dan bahwa untuk operasi celah bibir dan langit menjadi salah satu rekor terbanyak yang dicatat oleh Muri,” paparnya.

Di tempat yang sama, Presiden KSPI Said Iqbal menambahkan bahwa akan ada 150 ribu orang yang bekerja di IKN.

“Ini masterpiece besar buat bangsa juga bagaimana mengembangkan suatu kota semua terintegrasi secara smart forest city. Kota yang dikonsep, saya ke Eropa rasa seperti Eropa tapi tidak meninggalkan nilai-nilai tradisional. Mudah-mudahan bisa berjalan IKN dengan waktu yang tepat terbangun dan ini legenda dari presiden Jokowi,” ujar Said.

Hal senada juga diungkapkan oleh Arif Hidayat dari Aktivis Jaringan Nusantara, melihat pembangunan IKN masih jauh karena masih berupa hutan. Namun lebih pada harapan pembangunan IKN bisa berlanjut meskipun ke depan akan terjadi masa transisi pemerintahan dan politik.

“Mudah-mudahan terjadi kesepahaman bersama bahwa visi IKN ini visi bangsa bukan visi penguasa tertentu dari kelompok tertentu. itu harapan saya dari mahasiswa karena tujuan utama pembangunan IKN bagian dari visi besar monumental suatu warisan penanda peradaban yang akan diwariskan generasi bangsa Indonesia selanjutnya,” ujarnya.

Terhadap polemik lahan yang muncul di sekitar IKN, Arif berharap dapat diatasi pemerintah dan pemerintah konsisten kepada kewajibannya bahwa masyarakat di area sekitar IKN tidak dirugikan. “Justru rencana pembangunan IKN di sini harus mengangkat harkat martabat warga masyarakat lokal baik ekonomi, pendidikan dan lainya,” kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya