Kapal Pekerja Migran Indonesia Karam di Perairan Batam, 7 Orang Masih Hilang

Oleh Ajang Nurdin pada 17 Jun 2022, 15:53 WIB
Diperbarui 17 Jun 2022, 15:53 WIB
KM Arung Samudera Karam Terhantam Ombak di Bengkulu, Tujuh ABK Hilang
Perbesar
Ilustrasi kapal tenggelam. Ilustrasi: Kriminologi.id

Liputan6.com, Batam - Kapal yang memuat penumpang pekerja migran Indonesia (PMI), karam di perairan Nongsa, Batam, Kamis malam (16/6/2022). Kepala Kantor SAR Tanjung Pinang, Slamet Riyadi di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (17/6/2022) mengatakan, sebanyak 7 PMI belum ditemukan dan sampai saat ini masih dalam pencarian.

"Untuk sekarang unsur SAR masih melaksanakan pencarian di lokasi kejadian, tujuh orang belum ditemukan," ujar Slamet.

Dia menjelaskan, dari informasi yang dia terima ada 30 orang jumlah PMI ilegal yang berada di atas kapal yang karam dan satu di antaranya perempuan.

"Sebanyak 23 orang sudah berhasil diselamatkan dan saat ini sudah dievakuasi ke Lanal Batam. Namun ada satu orang PMI atas nama Ahmad dibawa ke RS Budi Kemuliaan Kota Batam karena sesak nafas kebanyakan minum air laut," katanya.

Slamet juga menjelaskan, kejadian ini pertama kali diketahui oleh seorang nelayan setempat, Iwan, yang sempat menolong beberapa PMI karena kapalnya karam di dekat Pulau Putri, Batam pada Kamis malam (16/6/2022).

"Dia sempat menghubungi petugas dari TNI AL, dan petugas langsung segera datang ke lokasi untuk melakukan pertolongan," katanya.

Sekitar satu jam pencarian, petugas berhasil menemukan 16 orang PMI dan langsung dibawa ke Lanal Batam.

"Petugas tidak berhenti melakukan pencarian dan berhasil menemukan tujuh orang lagi dalam keadaan selamat. Total 23 orang yang sudah ditemukan," ucapnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya