Pemprov Sulbar Pastikan Kebutuhan Pengungsi Gempa Mamuju Terpenuhi

Oleh Abdul Rajab Umar pada 09 Jun 2022, 08:00 WIB
Diperbarui 09 Jun 2022, 08:00 WIB
Rakor Pemprov Sulbar
Perbesar
Pemprov Sulbar rapat koordinasi penanganan gempa 5,8 magnitudo (Foto: Liputan6.com/Humas Pemprov Sulbar)

Liputan6.com, Mamuju - Ribuan warga Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengungsi pascagempa magnitudo 5,8 mengguncang pada Rabu (8/6/2022) pukul 13.32 Wita. Banyak warga hanya membawa terpal seadanya sebagai bahan perlindungan mereka saat mengungsi, sehingga membutuhkan bantuan tenda.

Menaggapi hal itu, Pemprov Sulbar melakukan rapat koordinasi bersama Pemkab Mamuju dan unsur Forkopimda, Rabu (8/6/2022) malam. Mereka membahas tindak lanjut penanganan pengungsi yang tersebar di beberapa titik.

"Langkah cepat yang dilakukan Pemkab bersama Forkopimda Sulbar mendirikan posko pengungsian di sejumlah titik sudah sangat baik. Namun, masih membutuhkan tindak lanjut, termasuk makanan dan sebagainya," kata Pj Gubernur Sulbar, Akmal Malik.

Akmal menambahkan, pemerintah harus mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan, sehingga perlu edukasi bagi warga terkait apa yang harus mereka lakukan nantinya. Apalagi Sulbar masuk dalam peta wilayah rawan bencana.

"Yang perlu sekarang makanan siap saji. Tolong tenda-tenda kita sudah ready, saya minta alokasikan anggarannya penuhi kebutuhan warga, kita tidak bisa deteksi kapan bencana datang," ujar Akmal.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris menegaskan, saat ini provinsi ke-33 itu sudah masuh tahapan tanggap darurat. Oleh karena itu, berdasarkan pengalaman yang dimiliki pemetaan dan tempat pengungsian adalah hal yang sangat dibutuhkan.

"Perlu juga melakukan mapping di sejumlah kecamatan. Perlakukan lokasi pengungsian di Stadion, Jalur II harus sama yang dirasakan seperti di Kecamatan Tapalang," tegas Idris.

Sedangkan, Kapolda Sulbar, Irjen Pol Verdianto Iskandar Bitticaca mengatakan, pihaknya sudah mendirikan posko bencana di tiga titik berserta dapur umum. Dia mengungkapkan sebanyak 11 ribu warga menempati tiga titik pengungsian itu.

"Di Jalur II sekira 500 orang, Stadion Manakarra 11 ribu orang, dan Posko Lapangan Ahmad Kirang 105 orang," beber Verdianto.

 

Saksikan Vidio Pilihan Berikut:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya