Usai Gempa, Penjabat Gubernur Sulbar Imbau Warga Tak Panik

Oleh Abdul Rajab Umar pada 08 Jun 2022, 16:19 WIB
Diperbarui 08 Jun 2022, 16:35 WIB
Akmal Malik
Perbesar
Penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik (Foto: Liputan6.com/Abdul Rajab Umar)

Liputan6.com, Mamuju - Gempa bumi dengan magnitudo 5,8 mengguncang Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) pada 8 Juni 2022 pukul 13.32 Wita. Dampak gempa bumi itu merusak beberapa gedung bertingkat, seperti gedung pemerintahan dan instansi vertikal.

Penjabat Gubernur Sulbar, Akmal Malik, mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak panik. Karena menurutnya, hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa mendeteksi kapan terjadi gempa.

"Tetap waspada, gempa itu tidak melukai orang siapa pun, yang melukai itu bangunannya," ujar Akmal.

Akmal juga mengungkapkan, akibat gempa itu beberapa gedung milik Pemprov Sulbar mengalami kerusakan. Dia yang tengah melakukan kunjungan kerja di Majene langsung bertolak Mamuju untuk memantau langsung kondisi di lapangan.

"Kami masih terus mengumpulkan data kerusakan akibat gempa dan memerintahkan BPBD agar bergerak memastikan masyarakat aman," tutup Akmal.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, warga di Mamuju mulai mengungsi ke sejumlah tempat yang mereka anggap aman. Salah satu lokasi yakni Stadion Manakarra yang menjadi pusat pengungsian saat gempa magnitudo 6,2 mengguncang tahun lalu.

Saksiakan Vidio Pilihan Berikut:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya