Polresta Pekanbaru Buru Gerombolan Remaja Brutal Penganiaya Warga hingga Kejang

Oleh M Syukur pada 08 Jun 2022, 10:00 WIB
Diperbarui 08 Jun 2022, 10:00 WIB
Segerombolan remaja yang diamankan Polresta Pekanbaru karena ingin melakukan balapan liar.
Perbesar
Segerombolan remaja yang diamankan Polresta Pekanbaru karena ingin melakukan balapan liar. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Personel Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru masih memburu segerombolan pemotor yang diduga geng motor. Aksi gerombolan yang didominasi remaja ini sebelumnya membuat resah warga karena sering berkonvoi mencari lawan.

Minggu dini hari lalu, 5 Juni 2022, seorang remaja inisial SH menjadi bulan-bulanan di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. Sepeda motor korban ditendang hingga terjatuh di jalanan.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Komisaris Andrie Setiawan menyatakan, kelompok motor yang melakukan kekerasan terhadap SH masih diselidiki.

"Masih dilakukan pendalaman intensif oleh Reskrim dan Polsek di lokasi peristiwa," kata Andrie, Selasa siang, 7 Juni 2022.

Andrie menjelaskan, pihaknya masih mempelajari rekaman CCTV penganiayaan tersebut. Pihaknya juga masih mengidentifikasi siapa saja yang terlibat penganiayaan dari kelompok motor itu.

"Masih profiling kelompok motor, Insya Allah tim masih bekerja untuk memaksimalkan pengalamannya," kata Andrie.

Reskrim Polresta Pekanbaru sudah mengumpulkan data dan dokumen CCTV sebagai barang bukti. Pihaknya juga berkoordinasi dengan pemilik CCTV dari instansi terkait.

"Analisis CCTV perlu dikoordinasikan dengan laboratorium forensik Polda Riau," kata Andrie.

Sementara itu, untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi, Kapolresta Pekanbaru Komisaris Besar Pria Budi SIK sudah memerintahkan jajaran Polsek melakukan patroli.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Datangi Tongkrongan

Setiap personel di Polsek mendatangi tempat remaja berkumpul di pinggir jalanan ibu kota Provinsi Riau. Mereka diperiksa kartu identitasnya dan diminta pulang untuk menghindari terjadinya tindak pidana.

Polisi juga mendatangi bangunan-bangunan kosong di pinggir jalan. Bangunan itu dicurigai tempat berkumpulnya segerombolan remaja pemotor sebelum melakukan konvoi.

Menurut Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ajun Komisaris Nursyafniati operasi ini dilakukan pada jam-jam rawan terjadinya tindak pidana.

"Waktunya juga berbeda-beda karena dilakukan seluruh Polsek jajaran," ucap Nursyafniati.

Sebagai informasi, remaja SH menjadi korban penganiayaan segerombolan remaja diduga geng motor brutal sehingga mendapat perawatan di rumah sakit.

Saat ini, korban sudah pulang ke rumah dan belum member laporan resmi. Meski demikian, Polresta Pekanbaru menyatakan tetap akan menangkap pelaku karena sudah meresahkan masyarakat.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya