Kerap Kehilangan Ternak Sapi, Warga Unjuk Rasa di Polsek Mawasangka

Oleh Arfandi Ibrahim pada 19 Mei 2022, 01:00 WIB
Diperbarui 19 Mei 2022, 01:00 WIB
Warga mawasangka saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Polsek Mawasangka (Arfandi/Liputan6.com)
Perbesar
Polsek mawasangka mendapat kecaman dari warga karena tidak memproses pengaduan yang masuk.

Liputan6.com, Gorontalo - Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Peternak Sapi (ALPESRA) melakukan aksi unjuk rasa di depan Polsek Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Aksi itu diduga dipicu karena maraknya aksi pencurian sapi yang kerap mereka alami.

Koordinator lapangan ALPESRA Abdul Haris meminta, kepada pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas sindikat pencurian sapi yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat Mawasangka, terutama para peternak.

"Para peternak kini dibuat was-was dan dirasa hal ini cukup meresahkan warga," kata Abdul Haris Rabu (18/05/2022).

Padahal, kata Abdul, beberapa waktu lalu, salah seorang bernama La Ngkahali telah mengadukan ternak sapi miliknya yang hilang, tetapi hingga saat ini belum ada kejelasan dari aparat penegak hukum.

"Tepatnya 18 April 2022 Pak La Ngkahali sudah mengadukan terkait kehilangan sapi. Tapi sampai 18 Mei belum ada progres yang jelas," tuturnya.

Akibatnya, dia mendesak Polsek Mawasangka untuk menerima dan menindaklanjuti setiap aduan serta laporan masyarakat secara serius. Pihak kepolisian diminta profesional pada prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, salah seorang pengunjuk rasa bernama Salam mengatakan, kalau pihak kepolisian selama beberapa tahun belakangan telah gagal dalam penegakan hukum sehingga perlu dilakukan evaluasi.

"Ada puluhan bahkan ratusan aduan soal ternak sapi ini tapi tidak pernah diproses. Kami minta pihak kepolisian tidak boleh menutup mata," katanya.

"Sebagaimana tuntutan kami hari ini apabila tidak diindahkan maka ALPESRA Kecamatan Mawasangka akan menggelar aksi yang lebih besar dan masif," dia menegaskan.

 

Simak juga video pilihan berikut:


Tanggapan Kapolsek

Sementara itu, Kapolsek Mawasangka Iptu Rahmat saat di hadapan masyarakat mengatakan, jika tidak benar pihaknya tidak memproses aduan warga. Dirinya mengaku, jika laporan yang diterima baru satu yang masuk.

"Saya perlu tekankan bahwa saya menjabat Kapolsek Mawasangka baru jelang 3 bulan dan aduan kehilangan sapi baru satu," tuturnya.

Kemudian, dia menyebutkan, kalau saat ini aduan kehilangan sapi oleh warga telah menjadi atensi dan saat ini tengah diproses. Penanganan perkara telah lakukan sesuai prosedur.

"Kami sudah menerbitkan surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan bagi korban yang melapor," dia menerangkan.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka pencurian hewan ternak yang cukup meresahkan. Jadi, masyarakat diminta untuk tetap bersabar dan menunggu proses yang berjalan.

"Sebenarnya kalau tidak ada demo hari ini, kami akan ke Baubau untuk melakukan gelar perkara terkait penetapan tersangka," ia menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya