Harga TBS Anjlok, Apkasindo Kaltim akan Gelar Aksi Damai di Titik Nol IKN Nusantara

Oleh Apriyanto pada 16 Mei 2022, 08:00 WIB
Diperbarui 16 Mei 2022, 08:00 WIB
Harga TBS Kelapa Sawit Anjlok
Perbesar
Harga TBS anjlok, Apkasindo Kaltim rencana gelar aksi damai di titik nol IKN Nusantara. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Paser - Anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit akibat larangan ekspor Cruide Palm Oil (CPO) beserta produk sejenisnya membuat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) se-Kalimantan Timur berencana akan menggelar aksi damai yang dipusatkan di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada Minggu (15/5/2022) kemarin.

Namun, rencana tersebut harus ditunda setelah DPW Apkasindo Kaltim menerima masukan dan arahan dari Pengurus Pusat dan Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat Apkasindo untuk menyatukan gerakan keprihatinan petani sawit Indonesia pada Sabtu (14/5/2022).

"Kita menerima arahan dari pengurus pusat dan dewan pertimbangan DPP Apkasindo untuk menyatukan gerakan keprihatinan sawit yang berpusat di Jakarta pada Selasa," kata Pelaksana tugas (Plt) DPW Apkasindo Kaltim Betman Siahaan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/5/2022).

Dirinya menyebut aksi pada Selasa (17/5/2022) mendatang diikuti secara serentak oleh seluruh pengurus DPW dan DPD Apkasindo se-Indonesia di daerah masing-masing. Sementara aksi selanjutnya, khususnya DPW dan DPD Apkasindo se-Kaltim di titik nol IKN Nusantara, kembali menanti arahan DPP Apkasindo.

"Rencana aksi sedianya digelar oleh DPW dan DPD Apkasindo se-Kaltim 15 Mei 2022 di titik Nol IKN akan kami tunda dan menunggu respons pemerintah setelah aksi serentak yang dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2022, serta menunggu arahan dari pengurus DPP Apkasindo," jelasnya.

 

 

 

 

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan Ini:


200 Petani Direncanakan Turun Aksi di Titik Nol IKN

Kebun Kelapa Sawit di Kabupaten Paser
Perbesar
Kebun sawit di daerah Desa Bukit Seloka, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser. (Liputan6.com/Istimewa)

Penundaan aksi pun telah disampaikan ke seluruh DPD Apkasindo Se-Kaltim dan juga pihak kepolisian. Sebelumnya, direncanakan sebanyak 200 petani berasal dari perwakilan koperasi di Kabupaten PPU dan Paser menggelar aksi yang berpusat di Titik Nol Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara.

"Ini bentuk kekecewaan kami atas kebijakan yang sudah dilakukan oleh PKS yang ada di Paser dan PPU," ucapnya.

Selain 200 petani yang berasal dari PPU dan Paser, Apkasindo kabupaten lain pun bakal menggelar aksi serupa di daerah masing-masing. Dirinya menyebut telah dua pabrik di Paser yang menutup pabrik dan tak lagi membeli TBS dari petani. Yakni PT Saraswati Sawit Makmur Lestari dan PT Multi Makmur Mitra Alam.

"Ya, ada dua pabrik Saraswati dan M3A di Paser sudah menutup," bebernya.

Dia khawatir bakal ada pabrik lain yang mengikuti langkah serupa, ditambah lagi ia menduga belum ada tindakan serius dari pemerintah daerah terutama yang membidanginya. Padahal Gubernur Kaltim telah mengeluarkan surat agar pabrik membeli harga TBS sesuai dengan penetapan.

"Tentu harusnya sudah ada surat teguran daripada pabrik-pabrik yang ada. Ternyata sampai sekarang itu belum ada walau sudah ada imbauan dari Pak Gubernur," jelasnya.

Pantauan Apkasindo Kaltim, semua pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Kaltim belum ada yang mengikuti harga penetapan pemerintah, masih di bawah Rp3.000 semua.

"Itu semua PKS diluar loading ramp. Ada yang sudah Rp2.200, ada yang Rp1.800. Jadi bervariasi, seharusnya mengikuti harga penetapan," tandas dia.

Sementara sejak Sabtu hingga Senin (14-16/5/2022) areal titik nol IKN Nusantara ditutup untuk umum. Hal ini dilakukan sehubungan dengan perawatan atau pemeliharaan sarana prasarana dan taman pada kawasan titik nol IKN Nusantara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya