Menteri Trenggono Gulirkan Pinjaman Lunak untuk Nelayan Korban Kebakaran Kapal di Cilacap

Oleh Liputan6.com pada 13 Mei 2022, 06:30 WIB
Diperbarui 13 Mei 2022, 06:30 WIB
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono berkunjung ke Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Pemkab Cilacap)
Perbesar
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono berkunjung ke Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Pemkab Cilacap)

Liputan6.com, Cilacap - Angin segar berembus untuk nelayan korban kebakaran kapal massal di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, awal Mei lalu.

Menteri Perikanan dan Kelautan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menjanjikan bakal menggulirkan pinjaman lunak untuk para nelayan yang perahunya terbakar di dermaga Batere kawasan Dermaga Wijayapura itu.

Menteri Trenggono menyatakan KKP menyediakan pembiayaan sebagai pinjaman lunak untuk membangun kapal kembali. Karena pinjaman, maka dana tersebut harus dikembalikan.

“Tapi pinjaman ini harus tetap dikembalikan, jadi semangat pemilik kapal ini harus bangkit kembali. Mudah-mudahan dalam 6 bulan kedepan kapal sudah jadi dan dapat melaut lagi,” katanya, saat mengunjungi lokasi kejadian, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022).

Dalam kesempatan tersebut, juga menyerahkan menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada sejumlah perwakilan nelayan korban kebakaran kapal tersebut.

Kebakaran kapal terjadi di Dermaga Batere pada 3 Mei 2022 lalu. Hasil verifikasi lapangan yang dilakukan Polres Cilacap pada 5 Mei 2022, kejadian diduga berawal dari adanya ledakan pada KM Pas Mantap 02 milik Edy Saputra pasca-perbaikan dinamo kapal.

Terdapat 82 unit kapal yang bersandar dengan rincian 81 kapal perikanan dan 1 kapal wisata. Banyaknya jumlah kapal yang terbakar karena kondisi libur panjang lebaran sehingga banyak kapal tidak melaut, posisi air surut dan angin kencang.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:


Eco Fishing Port di Pelabuhan Perikanan Cilacap

Kebakaran kapal di Dermaga Batere, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Basarnas)
Perbesar
Kebakaran kapal di Dermaga Batere, Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: Liputan6.com/Basarnas)

 

Dalam peristiwa itu, diperkirakan total kerugian mencapai Rp162 miliar. Sebanyak 547 nelayan terancam kehilangan pekerjaan.

Menteri Trenggono sangat menyayangkan kejadian tersebut karena perbaikan kapal seharusnya dilakukan berjarak dengan kapal lainnya dan terlebih dahulu melakukan pengosongan bahan bakar.

Selain Dermaga Batere, Menteri Trenggono dan rombongan juga menilik Dermaga III Cilacap untuk meneninjau rencana perbaikan dan pengembangan dermaga.

Belum memadainya fasilitas yang tersedia, kapasitas dermaga yang tidak dapat menampung seluruh kapal, pendangkalan kolam dan banyaknya sampah serta kerusakan di berbagai fasilitas menjadi poin-poin yang disoroti.

"Perbaikan dan pengembangan dermaga melalui sistem Eco Fishing Port harus segera dilaksanakan agar aktivitas di dermaga dapat segera berjalan normal serta perekonomian nelayan dan warga setempat dapat meningkat," kata dia.

Dalam kunjungan kerja ini, tampak hadir Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Anggota DPR-RI Komisi II Teti Rohatiningsih, Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Cilacap I Nyoman Sidakarya, Kepala Dinas Perdagangan Umar Said dan para tamu undangan lainnya.

Tim Rembulan

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya