Tol Pekanbaru-Bangkinang Ampuh Urai Kemacetan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2022

Oleh M Syukur pada 12 Mei 2022, 11:00 WIB
Diperbarui 12 Mei 2022, 11:00 WIB
Personel Polda Riau dan instansi lainnya saat mengamankan arus mudik Lebaran Idul Fitri.
Perbesar
Personel Polda Riau dan instansi lainnya saat mengamankan arus mudik Lebaran Idul Fitri. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Polda Riau sudah selesai melaksanakan Operasi Ketupat Lancang Kuning untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri. Operasi ini ditutup pada 9 Mei 2022 atau seiring dengan kembalinya aktivitas masyarakat seperti biasa.

Secara umum, Polda Riau melalui Direktur Lalu Lintas Komisaris Besar Firman Darmansyah menyatakan situasi dan keamanan masyarakat kondusif dan tetap terjaga. Tidak ada peristiwa yang membuat gaduh perayaan lebaran di Riau.

"Ini hasil jerih payah dan segenap upaya kerja bersama, hasil kolaborasi Polri bersama TNI dan semua pihak serta peran aktif masyarakat," kata Firman, Rabu petang, 11 Mei 2022.

Firman menerangkan, mudik lebaran dan arus balik di Riau relatif lancar. Apalagi setelah dibukanya Tol Pekanbaru-Bangkinang yang membantu mengurai kemacetan, baik dari ataupun tujuan Sumatra Barat.

"Demikian juga pada angka kecelakaan yang menurun tingkat fatalitasnya," katanya.

Selama arus mudik dan balik, pihaknya mencatat korban meninggal dunia 13 orang, luka berat 13 orang, dan luka ringan 25 orang serta kerugian material Rp 141.900.000.

"Jumlah itu dari 24 kejadian, ini menurun jika dibanding dengan periode sebelumnya yakni 29 kejadian," kata Firman.

Menurut Firman, dari belasan orang meninggal dunia itu hanya satu korban yang merupakan pemudik. Korban mengalami kecelakaan saat menuju Sumatra Barat dari Pelalawan.

"Korban mengalami kecelakaan di Kabupaten Kampar, sedangkan 12 korban meninggal lainnya adalah pengguna jalan biasa, bukan pemudik," tegas Firman.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Ratusan Kejahatan

Terkait kejahatan selama Operasi Ketupat berlangsung di Riau, Firman menyebut telah terjadi ratusan kasus. Namun jumlahnya itu dinyatakan menurun dibanding tahun sebelumnya.

Firman mengatakan, kejahatan konvensional terjadi sebanyak 220 kasus selama operasi berlangsung. Ini mengalami penurunan sebanyak 62 kasus dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu 282 kasus.

Untuk kejahatan transnasional, lanjut Firman, ada 11 kasus. Jumlah tersebut menurun 11 kasus dari periode tahun sebelumnya 22 kasus. Sedangkan, jenis kejahatan menonjol, narkoba turun 11 kasus dari sebelumnya sebanyak 22 kasus. Pencurian dengan pemberatan turun 21 kasus dari sebelumnya 64 kasus.

"Kemudian pencurian dengan kekerasan turun turun kasus dari sebelumnya 13 kasus, lalu pencurian kendaraan bermotor juga turun 20 kasus dari sebelumnya 39 kasus," jelas Firman.

Dalam Operasi Ketupat lalu, Polda Riau mengerahkan 1.678 personel dan 1.405 kekuatan instansi lainnya. Jumlah itu disebar di seluruh wilayah hukum Polda Riau dan disiagakan di 57 pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu.

Operasi yang bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat ini berlangsung sejak 28 April 2022 hingga 9 Mei 2022.

"Alhamdulillah semua berjalan aman dan lancar, kedepannya terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas bersama seluruh jajarannya untuk perbaikan," sebut Firman. 

 

Simak video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya