Menikmati Keunikan Mie Koclok Panjunan Kuliner Khas Cirebon yang Melegenda

Oleh Panji Prayitno pada 08 Mei 2022, 23:00 WIB
Diperbarui 08 Mei 2022, 23:00 WIB
Menikmati Keunikan Mie Koclok Panjunan Kuliner Khas Cirebon yang Melegenda
Perbesar
Mie Koclok Panjunan Cirebon salah satu rekomendasi kuliner khas Pantura Jawa Barat. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Liputan6.com, Cirebon - Ragam kuliner khas Cirebon banyak diburu pengunjung pada momen libur lebaran 2022. Terutama warga yang datang dari luar Cirebon.

Salah satunya Mie Koclok Cirebon yang berada di kampung arab Panjunan Kota Cirebon yang ramai diserbu penikmat kuliner tradisional.

Bahkan, mereka rela mengantre hanya untuk menyantap kuliner khas Cirebon ini. Mie Koclok Panjunan ini diketahui merupakan usaha turun temurun.

Olahan mie koclok berpadu dengan tauge, daun bawang, bawang goreng. Ditambah, baluran kuah santan berpadu dengan maizena dan ayam suwir membuat rasa gurih sedap yang unik.

Diketahui ciri khas dari mie koclok Cirebon ada pada kuah santan yang sudah diolah menjad gurih sedap. Berbeda dengan mie kocok bandung yang berkuah bening.

"Bikin ketagihan ini saya selalu beli di bungkus untuk orang di rumah," kata salah seorang penikmat Mie Koclok Cirebon Maulida, Sabtu (7/5/2022).

Menurutnya, Mie Koclok Panjunan cocok menjadi salah satu rekomendasi kuliner bagi pengunjung setelah seharian menikmati wisata di Cirebon.

Selain rasa, Mie Koclok Panjunan juga memiliki keunikan. Yakni untuk pesanan yang dibawa pulang selalu dibungkus dengan daun pisang.

 

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:


Rintisan Sang Kakek

Menikmati Keunikan Mie Koclok Panjunan Kuliner Khas Cirebon yang Melegenda
Perbesar
Mie Koclok Panjunan Cirebon salah satu rekomendasi kuliner khas Pantura Jawa Barat. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Penerus usaha Mie Koclok Panjunan Cirebon generasi keempat, Muhammad Tohir mengatakan, bungkusan daun pisang dapat mempertahankan rasa mie yang sudah direbus bersama sayur mayur.

"Pilihannya tinggal kuah santan nya dipisah atau disatukan saja. Semua sama tidak meninggalkan rasa jika makan di sini," ujarnya.

Tohir mengaku usaha yang dirintis oleh sang kakek masih dikelola baik oleh keturunannya. Bahkan, katanya, banyak pelanggan setia yang rela datang dari luar kota untuk menyantap mie koclok ini.

Pada momen libur lebaran ini, rata-rata penjualan mie koclok diatas 500 mangkok dalam sehari. 

"Sejak tahun 1970 an dirintis kakek kami dulu jualan gerobak keliling sekarang menetap. Kalau hari biasa buka dari jam 15.00 WIB sampai 22.00 kalau libur lebaran biasanya jam 20.00 sudah habis," kata Tohir.

Harga yang dijual pun terbilang cukup terjangkau. Pada momen libur Lebaran ini, harga mie koclok Rp21 ribu per porsi.

Namun, pada hari biasa, mie koclok panjunan dijual Rp20 ribu per porsi. Dia menceritakan, sang kakek yang bernama Abah Yusuf tersebut dulu menjual gerobak keliling itu sering mangkal di wilayah Panjunan. 

Singkat cerita, banyak pelanggan yang suka mie koclok buatan Abah Yusuf. Bahkan, Abah Yusuf saat itu diminta pelanggannya untuk menetap dengan membuka tempat makan. 

"Sampai sekarang ya di sini terus di Jalan Panjunan," ujar dia. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya