Kisah 3 Warga Magelang dan Gorontalo yang Nekat Naik Haji dengan Sepeda Onthel

Oleh Liputan6.com pada 06 Mei 2022, 15:15 WIB
Diperbarui 06 Mei 2022, 15:15 WIB
Kabar dua pria Kebumen yang naik haji bersepeda ontel sempat viral di media sosial. (Foto: Andre Noval/Facebook/Muhamad Ridlo/Liputan6.com)
Perbesar
Kabar dua pria Kebumen yang naik haji bersepeda ontel sempat viral di media sosial. (Foto: Andre Noval/Facebook/Muhamad Ridlo/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Tiga orang pesepeda asal Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Gorontalo yang hendak naik haji ke Tanah Suci tiba di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (5/5).

“Kami di Kuala Lumpur sekitar tiga hari, acaranya ke Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia, ke KBRI, ke pegowes sekitar Kuala Lumpur dan keliling sekitar kota Kuala Lumpur,” ujar salah seorang pesepeda, Muhammad Fauzan di Kuala Lumpur, Jumat, dikutip Antara.

Fauzan mengawali perjalanan ke Kuala Lumpur dari Masjid Jamik Serdang Kamis pagi dan tiba di Warung Soto Lamongan, PCIM Malaysia Jalan Raja Alang pada sore hari.

Kedatangan rombongan haji bersepeda ontel tersebut disambut Ketua IMM Malaysia, Aunillah Ahmah beserta pengurus dari IMM dan PCIM Malaysia.

Setelah mencicipi masakan di Warung Soto Lamongan rombongan kemudian melihat dari dekat menara kembar Petronas.

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini

Saksikan Video Pilihan Ini:


Berangkat 21 November

Dua pria kebumen nekat berangkat haji bersepeda ontel. (Foto: Liputan6.com/Istimewa/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Dua pria kebumen nekat berangkat haji bersepeda ontel. (Foto: Liputan6.com/Istimewa/Muhamad Ridlo)

Fauzan mengawali perjalanannya dari Magelang 21 November lalu kemudian tertahan di Kepulauan Riau saat mau menyeberang ke Johor karena pandemi COVID-19.

Fauzan mengatakan pihaknya berjumpa dengan pesepeda dari Gorontalo dan mulai bareng saat di ujung Singapura mau masuk Malaysia.

“Setelah dari Malaysia ke Thailand, dan target sebelum bulan Juli sampai tanah suci, ada opsi beberapa negara mau dihapus karena pertimbangan keamanan dan waktu,” katanya.

Sementara itu pengurus PCIM Malaysia, Takhsis Anshori yang ikut menemani saat di menara kembar dan Jalan Raja Alang mengatakan kehadiran pesepeda mendapat sambutan hangat.

“Di jalan Raja Alang dan Petronas banyak warga yang mengalu-alukan. Ada yang merangkul dan memberi sesuatu. Mungkin mereka sudah tahu ada pesepeda ke Mekah,” ujar Takhsis Ansori.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya