Naik Perahu ke Banyuwangi, Nelayan Jatuh di Perairan Jembrana

Oleh Dewi Divianta pada 01 Mei 2022, 22:00 WIB
Diperbarui 01 Mei 2022, 22:00 WIB
Nelayan Jatuh di Perairan Laut Jembrana
Perbesar
Nelayan Jatuh di Perairan Laut Jembrana (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jembrana Seorang nelayan bernama Herman (40) bersama empat rekannya yang berencana menyeberang laut Bali menuju Mucar, Banyuwangi Jawa Timur terjatuh di tengah perairan Jembrana Bali.

Herman diketahui terjatuh saat mesin perahu yang mereka tumpangi mesinnya mati. Sebelumnya, dia berusaha memperbaiki mesin perahu agar bisa dijalankan kembali.

Namun, ketika usai memperbaiki mesin dan siap menjalankan perahunya lagi korban malah terjatuh ke laut, lantaran tak mengenakan pelampung dan alat keamanan lainnya tubuhnya cepat terbawa arus air dan tenggelam sehingga rekannya tidak bisa menolong. Hingga akhirnya mereka bertemu nelayan lain dan akhirnya memberikan mereka pertolongan.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Jembrana, Dewa Hendri menyebut pihaknya mendapatkan informasi nelayan jatuh ke laut di perairan cupel, Kabupaten Jembrana.

"Saat kejadian itu 4 orang rekannya sempat memberikan pertolongan, namun belum berhasil menyelamatkan," kata Dewa kepada wartawan, Sabtu (30/4/2022).

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:


Mesin Perahu Mati

Dewa membeberkan kronologi kejadian yang menimpa lima orang yang hendak menyeberang ke Banyuwangi itu, bermula saat lima orang nelayan berangkat melaut sekitar pukul 08.00 Wita dari Pelabuhan Pengambengan, Jembrana menuju perairan Muncar, Banyuwangi.

Setelah melakukan perjalanan selama 30 menit satu buah mesin perahu mengalami kerusakan. Saat itu korban Herman, laki-laki asal Pengambengan, Jembrana itu berusaha memperbaiki mesin perahunya. Namun, malang tak dapat dihindari Herman malah terjatuh ke laut dan terseret arus.

Rekan korban lainnya, berusaha memutar arah perahu untuk memberikan pertolongan kepada Herman. Namun upaya rekannya itu tak bisa menyelamatkan Herman yang malah sudah tidak terlihat lantaran tubuh korban sudah tenggelam.

Sementara itu, pencarian Herman melibatkan tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Pol Air Pengambengan, Pos TNI AL Pengambengan, BPBD Jembrana, PMI Jembrana dan Potensi SAR 115.

Satu unit rubber boat dikerahkan untuk melakukan pencarian di perairan cupel jembrana. Pihak keluarga korban juga mengerahkan dua unit perahu untuk melakukan pencarian. Namun hingga saat ini upaya pencarian masih belum membuahkan hasil.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya