Perjalanan Mudik ke Yogyakarta via Jalur Selatan Jawa, Ini Tempat Wisata yang Bisa Disinggahi

Oleh Switzy Sabandar pada 30 Apr 2022, 06:00 WIB
Diperbarui 30 Apr 2022, 06:00 WIB
Mudik 2017
Perbesar
Kendaraan di jalur selatan Jawa Tengah (JLS) di Sengkala, Perbatasan Banyumas-Cilacap cenderung lengang pada masa arus balik 2017 ini, Sabtu (1/7/2017). (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Yogyakarta - Perjalanan mudik ke Yogyakarta dan sekitarnya bisa melewati jalur selatan Jawa. Ada sederet tempat wisata Instagramable yang bisa disinggahi saat mudik ke Yogyakarta lewat jalur ini.

Para pemudik yang memilih jalur pantai selatan saat menuju Yogyakarta dan sekitarnya akan disajikan pemandangan indah pesisir pantai selatan Pulau Jawa.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut tempat wisata di sekitar jalur selatan Jawa yang cocok untuk disinggahi saat perjalanan mudik.

1. Kawasan Pantai Baron

Pantai Baron menjadi salah satu destinasi wisata andalan di kawasan jalur pantai selatan. Selain keindahan pemandangannya, pantai ini punya banyak keunikan.

Pantai dengan pasir cokelat kehitaman ini tampak unik karena membentuk cekungan, sehingga saat dilihat dari atas menyerupai huruf "U". Uniknya lagi, Pantai Baron memiliki dua jenis aliran air sekaligus, yakni air asin dan air tawar yang berasal dari aliran sungai.

Air asin yang berasal dari laut berwarna kebiruan, sedangkan aliran air tawar berwarna kehijauan. Keduanya bertemu dalam satu muara dan membentuk gradasi warna cantik.

Pantai Baron juga memiliki aliran air bawah tanah yang cukup deras ke arah lautan. Aliran ini mengarah ke laut dan membentuk sebuah sungai.

Pantai Baron juga memiliki tempat lelang ikan. Para wisatawan dapat membawa pulang ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat.

Selain itu, banyak pula rumah makan yang menyediakan olahan seafood, seperti udang windu, kakap, bawal, tongkol, hingga lobster.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:


Ngandong

2. Pantai Ngandong

Pantai Ngandong merupakan salah satu pantai yang terdapat di daerah Gunungkidul, Yogyakarta. Lokasi pantai ini bersebelahan dengan Pantai Sundak.

Pantai ini dikenal sebagai pantai nelayan. Para wisatawan dapat melihat deretan perahu nelayan yang sedang bersandar.

Pantai Ngandong memiliki batuan karang yang terletak di sisi kanan dan kiri pantai, yang merupakan pembatas dengan pantai yang ada di sebelahnya. Bahkan ada batu karang yang dihiasi pepohonan hijau di atasnya yang berada di tengah laut, sehingga seperti mengambang di atas air.

Saat air laut sedang surut, para wisatawan dapat berjalan di atas airnya yang dangkal hingga menuju batu karang tersebut. Biasanya para wisatawan memanfaatkan momen tersebut sebagai spot foto andalan.

Pantai Ngandong memiliki hamparan pasir putihnya lembut, deburan ombaknya ikut menghiasi pantai nelayan ini. Suasana alam di sekitarnya terlihat masih sangat alami, membuat jiwa dan raga menjadi tenang dan damai, terlebih setelah menempuh perjalanan jauh.

Para wisatawan juga dapat melakukan olahraga snorkeling di pantai ini. Para wisatawan dapat melakukan snorkeling ketika air laut sedang surut, karena saat itu airnya sangat jernih dan ombaknya tenang.

Daya tarik yang lainnya ialah kehadirnya sebuah cafe atau restoran yang bernama South Shore yang baru saja dibuka pada 2020 lalu. South Shore merupakan sebuah cafe yang mengusung tema beach cafe, yang menghadap langsung ke arah Samudera Hindia sehingga menghadirkan pemandangan yang sangat indah.

 


Glagah

3. Pantai Glagah

Pantai Glagah terletak di Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, ujung barat Yogyakarta. Lokasinya tepat di sebelah selatan bandara YIA.

Pantai ini memberikan pemandangan alam yang indah dan Instagramable, sehingga sangat cocok untuk menjadi destinasi wisata yang dapat dicoba saat melintasi jalur mudik Pansela. Wisatawan dapat menikmati sunset, wisata air di laguna, hamparan ombak di dermaga, agrowisata, keliling pantai dengan motorcross, atau sekadar menikmati kuliner laut di warung makan.

Pantai Glagah juga tersedia fasilitas lengkap, dan tersedia pula berbagai warung makan yang harganya terjangkau dan juga toko suvenir untuk membeli oleh-oleh khas Pantai Glagah. Salah satu ikon pantai ini adalah keberadaan dermaga.

Dermaga berupa jalan panjang yang mengarah ke tengah dan dikelilingi oleh tetrapod yang berfungsi sebagai pemecah ombak. Wisatawan juga dapat memancing, menikmati sunset, atau sekadar menikmati semilir angin dan deburan ombak yang dipecah tetrapod.

Dermaga di Pantai Glagah menjadi salah satu spot favorite untuk mengambil foto, dengan latar ombak ataupun di jajaran tetrapod. Untuk mengunjungi Pantai Glagah dikenai biaya yang tidak mahal, biaya masuk sebesar Rp5.000 per orang, wisatawan bisa menjelajahi Pantai Glagah sepuasnya. Biaya parkir untuk kendaraan berbeda-beda, seperti biaya parkir bus sebesar Rp20.000, roda empat sebesar Rp10.000, dan roda dua sebesar Rp3.000.

 


Dlingo

4. Kawasan Hutan Pinus Dlingo

Hutan pinus adalah salah satu objek wisata favorit Kabupaten Bantul. Hutan pinus Mangunan Dlingo ini berlokasi di Dusun Sukorame, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hutan pinus Mangunan Dlingo ini dulunya adalah kawasan yang tandus. Pengelola hutan lantas melakukan upaya penghijauan dengan menanam beberapa jenis pohon seperti  pohon pinus, pohon akasia, mahoni, dan lain-lain.

Kini, upaya penghijauan tersebut berbuah manis lantaran kawasan hutan yang satu ini diminati oleh banyak orang sebagai tempat rekreasi. Selain menjadi hutan lindung, kawasan ini juga dijadikan sebagai objek wisata.

 

Penulis: Tifani

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya