Detik-Detik Densus 88 Sergap Pria Terduga Teroris di Bandung

Oleh Huyogo Simbolon pada 19 Apr 2022, 14:00 WIB
Diperbarui 19 Apr 2022, 14:00 WIB
Densus Tangkap Terduga Teroris di Bandung, Dekat Tempat Latihan Atlet
Perbesar
Ilustrasi Penangkapan. IOL

Liputan6.com, Bandung - Densus 88 Antiteror menangkap seorang pria berinisial AS (32) yang diduga teroris di Kota Bandung, Jawa Barat. Selain menangkap pria tersebut, tim juga menggeledah rumah yang berada di kawasan Arcamanik.

Adapun penangkapan dan penggeledahan tersebut dilakukan tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (17/4/2022). Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan adanya aktivitas yang dilakukan oleh polisi.

"Iya benar. Kemarin Minggu, cuma datangnya malam sekali," kata warga tersebut, Selasa (19/4/2022).

Sosok AS pun tak banyak diketahui aktivitasnya. Diketahui, AS tinggal dengan beberapa orang di rumah tersebut.

"Baru ngontrak beberapa bulan saja," ucap tetangga.

Menurut warga, AS belum pernah melapor ke pengurus rukun tetangga (RT) maupun rukun warga (RW). Sehingga tak banyak orang yang mengenal sosok tersebut termasuk kegiatan AS dan profesi yang dijalaninya selama ini.

"Kalau lewat rumahnya suka sepi saja, kaya rumah kosong. Malah dikira memang enggak ada orang di rumah itu," ujarnya.

Informasi yang dihimpun, Densus 88 Antiteror menangkap AS di salah satu mal di Kota Bandung, pada Minggu (17/4/2022) sore. Saat ditangkap, AS tak melawan.

Kemudian, tim menggeledah rumah AS. Dari penggeledahan, tim Densus 88 Antiteror Polri menyita beberapa barang bukti. Selanjutnya AS dibawa ke Mabes Polri.

Sementara itu, pihak kepolisian hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait aktivitas penangkapan dan penggeledahan terduga teroris di Bandung itu.

"Belum dapat infonya," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo.

Hal senada juga diungkapkan Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung. Aswin mengaku pihaknya tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

"Polrestabes tidak dilibatkan kegiatan tersebut. Belum tahu, nanti saya cek dulu ya," katanya.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya