Semana Santa 2022 di Larantuka Gagal Digelar Lagi, Alasannya Covid-19 Masih Tinggi

Oleh Liputan6.com pada 25 Mar 2022, 07:00 WIB
Diperbarui 25 Mar 2022, 07:00 WIB
Larantuka, Patung Bunda Maria Bersedih Diarak Saat Semana Santa
Perbesar
Larantuka, Patung Bunda Maria Bersedih Diarak Saat Semana Santa (Foto: Christina Nila)

Liputan6.com, Larantuka - Prosesi Semana Santa di Larantuka menyambut Hari Raya Paskah 2022 gagal digelar. Keuskupan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur memutuskan untuk meniadakan perayaan tersebut karena alasan pandemi Covid-19.

"Demi kepentingan keselamatan dan kesehatan seluruh warga masyarakat kita di tengah situasi pandemi Covid-19, kami memutuskan meniadakan seluruh kegiatan perayaan devosional tradisi Semana Santa di Kota Larantuka, Konga, Wure pada tahun ini," kata Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung Pr dalam Surat Keuskupan Larantuka, Kamis (24/3/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan perayaan Semana Santa memang sudah tidak digelar selama tiga tahun berturut-turut (2020-2022) akibat pandemi Covid-19. Meskipun secara ritual devosional tidak dilakukan, kata dia tetapi hal tersebut tidak mengurangi makna dari tradisi keagamaan Semana Santa.

"Kita diharapkan memaknainya secara lebih rohaniah, lebih mendalam terhadap misteri iman dan keselamatan kita," katanya.

Kopong Kung mengatakan, pihaknya terpaksa mengambil keputusan itu mengingat saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata masih meningkat.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Liturgi Pekan Suci Paskah

Meski begitu, perayaan Liturgi Pekan Suci Paskah di gereja tetap dirayakan seperti biasa, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, atau dengan hand sanitizer.

Sementara itu jumlah umat juga dibatasi sebanyak 50 persen dari kapasitas tempat duduk di gereja serta penerapan jarak tempat duduk sekitar 1 meter.

Uskup mempersilakan pihak paroki untuk mengatur dan memperbanyak jadwal perayaan misa agar semua umat bisa mengikuti perayaan-perayaan suci dalam masa Paskah 2022.

Kopong Kung menambahkan situasi konkrit saat ini juga menghendaki umat Katolik untuk rela berkorban dan bekerja sama dengan semua pihak, untuk mengatasi pandemi Covid-19 demi keselamatan semua orang.

"Jadi dengan tidak menjalankan tradisi Semana Santa sebagaimana biasa pada saat ini, adalah juga merupakan bagian dari pengorbanan kita, bagian dari ekspresi iman dan kerja sama kita dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya