Pemerintah Sediakan Kredit Usaha untuk Pekerja Migran dengan Bunga Rendah 3 Persen

Oleh Huyogo Simbolon pada 16 Mar 2022, 20:00 WIB
Diperbarui 16 Mar 2022, 20:00 WIB
Ilustrasi cara mengajukan KUR.(Liputan6.com/Angga Yuniar)
Perbesar
Ilustrasi cara mengajukan KUR.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Bandung - Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja menyosialisasikan skema baru Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Melalui KUR ini, pekerja migran mendapatkan bunga yang sangat rendah sebesar enam persen di bank-bank yang menjadi mitra pemerintah dalam program ini.

Bahkan, para pekerja migran pun bisa mendapatkan KUR dengan bunga hingga tiga persen sampai Desember 2022 mendatang.

"Saya pikir sangat bagus karena dampak positifnya bagi para pekerja migran Indonesia ini, mereka akan diringankan. Kan mereka itu perlu biaya untuk persiapan kepergian. Tentunya dengan adanya program KUR PMI ini akan meringankan dan memudahkan bagi PMI-PMI seluruh Indonesia dan khususnya di Jawa Barat," kata Setiawan di Hotel Pullman, Kota Bandung, Selasa (15/3/2022). 

Dikhawatirkan para pekerja migran banyak didatangi oleh rentenir untuk meminjamkan dana dengan bunga sangat besar. "Nah saat ini sudah ada fasilitasnya, dengan bunga yang rendah dan terjamin karena sudah ada intervensi dari bank," ungkap Setiawan.

Di Jawa Barat, tercatat ada lima kabupaten sebagai penyumbang PMI terbanyak, yakni Kabupaten Indramayu sebanyak 5.262 orang, Kabupaten Cirebon (2.624), Kabupaten Subang (1.558), Kabupaten Majalengka (622), dan dan Kabupaten Karawang 519 orang. 

Untuk perkembangan KUR di Jawa Barat didasarkan adanya komitmen yang kuat dari berbagai pihak. Sehingga perkembangan UMKM sangat tinggi dan ternyata jumlah penerima KUR meningkat tiap tahunnya, pada tahun 2021 sebesar 19,9 persen dari tahun 2020.

"Penyaluran KUR di Jawa Barat di tahun 2022 ini (posisi 31 Januari 2022) telah mencapai Rp2,93 triliun pada 86.983 debitur. Dan tentu saja kita harapkan efek domino bagi masyarakat," ujar Setiawan.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya