Guncangan Gempa Pasaman Barat Sumbar Terasa Sampai Riau

Oleh M Syukur pada 25 Feb 2022, 10:09 WIB
Diperbarui 25 Feb 2022, 13:45 WIB
BMKG Shakemap terkait Gempa di Sumatera Barat.
Perbesar
BMKG Shakemap terkait Gempa di Sumatera Barat. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Pekanbaru - Gempa Magnitudo 6,2 mengguncang Pasaman Barat, Sumbar, Jumat pagi (25/2/2022), pukul 08.39 WIB.

Getaran gempa tersebut juga dirasakan sampai ke wilayah di Provinsi Riau, seperti Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak dan Kota Pekanbaru. Di Pekanbaru, warga merasakan dua kali getaran.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru gempa terjadi dua kali. Pertama dengan 5,2 magnitudo dan kedua dengan 6,2 magnitudo.

"Untuk gempa 5,2 terjadi pukul 08.35, untuk gempa 6,2 pukul 08.39 WIB," kata petugas BMKG Pekanbaru di group WhatsApp BMKG Pekanbaru.

Warga Pekanbaru, Dermawansyah, mengaku merasakan gempa ini saat dirinya berada di sebuah gedung di Jalan Sumatera, Kota Pekanbaru.

"Terasa kali, goyang dibuatnya gedung," kata pria yang akrab disapa Mawan ini.

 

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tidak Berpotensi Tsunami

Mawan yang saat gempa terjadi berada di sebuah bangunan langsung keluar.

"Takutnya roboh pula gedung tu, apalagi sudah tua juga bangunannya," jelas Mawan.

Sementara getaran gempa di Kabupaten Kampar dirasakan oleh warga bernama Aznil. Saat itu, dia berada di Sekolah Polisi Negara di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

"Di SPN terasa kali dua goyangan," kata Aznil.

BMKG pusat telah mengeluarkan peringatan dini terhadap gempa di Sumbar ini. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami. 


Antisipasi Gempa Bumi

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa Bumi:

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa Bumi:

- Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya