Ketika Masyakarat dan Ojol Dilatih beri Pertolongan Pertama Penderita Serangan Jantung

Oleh Fauzan pada 16 Feb 2022, 13:45 WIB
Diperbarui 16 Feb 2022, 13:46 WIB
Direktur RS Unhas, dr Siti Maisuri Tajuddin Chalid saat membuka pelatihan Bantuan Dasar Hidup (Liputan6.com/Fauzan)
Perbesar
Direktur RS Unhas, dr Siti Maisuri Tajuddin Chalid saat membuka pelatihan Bantuan Dasar Hidup (Liputan6.com/Fauzan)

Liputan6.com, Makassar - Rumah Sakit (RS) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Agenda yang masuk dalam rangkaian Dies Natalis ke-12 ini berlangsung di Auditorium Lantai 2 RS Unhas, Rabu (16/02/2022).

Masyakarat dan mitra driver angkutan daring menjadi peserta dalam pelatihan BHD ini. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Direktur RS Unhas, dr Siti Maisuri Tajuddin Chalid.

Pelatihan BHD kali ini berfokus pada prosedur resusitasi jantung paru pada korban dewasa. Peserta diajak untuk bisa memberikan pertolongan pertama pada orang yang mengalami serangan jantung atau gangguan pernapasan.

"Karena yang dibutuhkan itu adalah kecepatan dan keterampilan pertolongan pertama pada kasus henti jantung dan nafas," kata Maisuri.

Maisuri menyampaikan bahwa pelatihan BHD ini untuk memberikan pemahaman terkait prosedur yang tepat dalam membantu orang yang henti jantung. Atau mereka yang tiba-tiba mengalami gangguan pernapasan.

"Pada titik tertentu kalau mereka siap siaga bisa melakukan pertolongan pertama seperti kasus henti nafas dan henti jantung kita bisa menolong orang lain," ujarnya

Peran masyakarat dan mitra driver angkutan daring dianggap penting dalam memberikan pertolongan pertama. Sebab, kata Maisuri, kasus ini kerap terjadi di jalan atau di tempat tak terduga. 

"Karena yang namanya kejadian henti nafas atau henti jantung itu kan kejadian yang tiba-tiba yang tidak selalu ada tenaga kesehatan disitu," ungkap Maisuri.

"Kita perlu membekali orang-orang awam seperti Gojek ini yang mobilitasnya tinggi yang bisa berada dimana saja. Kalau dalam jumlah besar, kita harus latih. Masyakarat kalau ada yang tiba-tiba serangan jantung itu bisa tertolong," jelasnya.

Kata Maisuri, pelatihan BHD diupayakan dimaksimalkan ke seluruh masyakarat. Setiap orang penting paham terkait resusitasi jantung paru demi membantu orang lain yang tengah kesulitan saat henti nafas atau jantung.

"Dengan danya pijat jantung itu otak kembali dapat sirkulasi oksigen dalam sekian menit. Kalau itu bisa dilakukan sambil menunggu datangnya ambulance atau dari RS itu sangat berarti menyelematkan nyawa orang," tukasnya.

 


Mitra ojol

Pelatihan Bantuan Dasar Hidup di RS Unhas (Liputan6.com/Fauzan)
Perbesar
Pelatihan Bantuan Dasar Hidup di RS Unhas (Liputan6.com/Fauzan)

Sementara itu, Public Policy & Government Relation Gojek Indonesia Timur, Mohammad Khomeiny menyampaikan terimakasih kepada pihak RS Unhas. Dengan pelatihan itu, mitra driver online tidak hanya memberikan pelayanan ke pelanggan, namun juga turut serta membantu masyakarat secara keseluruhan.

"Hanya ingin mengutarakan terima kasih banyak karena memang rangkaian program bantuan hidup dasar seperti ini," ungkapnya.

Pelatihan BHD itu dianggap penting mengingat mitra driver angkutan online setiap harinya berada di jalan. Sehingga, mereka bisa dengan sigap memberikan pertolongan pertama pada orang henti nafas atau jantung.

"Ini adalah sesuatu hal yang sangat dibutuhkan bukan hanya oleh kita semua tapi juga untuk kawan-kawan kami yang ada di Gojek yang setiap hari berada di jalan, setiap hari membantu masyakarat, terutama selama pandemi ini," tukas Khoimeny. 

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya