Gajah Mengamuk Serang Warga hingga Tewas di Tahura Minas Siak

Oleh M Syukur pada 27 Jan 2022, 19:00 WIB
Diperbarui 27 Jan 2022, 19:00 WIB
Warga setelah mengevakuasi korban dan menemukan banyak jejak gajah di lokasi.
Perbesar
Warga setelah mengevakuasi korban dan menemukan banyak jejak gajah di lokasi. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Pekanbaru - Konflik gajah dan manusia kembali terjadi di Riau. Kali ini memakan korban, seorang warga bernama Palen Peter Aritonang meninggal dunia setelah diserang oleh satwa berbadan bongsor ini.

Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sudah menerima informasi ini. Tim sudah di lokasi melakukan mitigasi konflik agar tidak ada korban jiwa lagi.

Plt Kepala BBKSDA Riau Fifin Arfiana Jogasora menyebut gajah serang warga ini terjadi pada Kamis pagi, 27 Januari 2022. Kejadiannya di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Kasim II, Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.

"Tim masih bekerja di lapangan, kalau sudah selesai akan diinformasikan," kata Fifin, Kamis (27/1/2022).

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Banyak Jejak

Informasi dirangkum, jasad korban ditemukan di pinggir jalan tak jauh dari kebun sawit. Korban ditemukan dengan posisi tergeletak dengan kondisi tubuh bagian bawah hancur.

Di sekitar lokasi, warga dan petugas berwenang menemukan banyak jejak gajah. Ini menguatkan kematian korban karena diserang oleh satwa berbelalai panjang itu.

Tahura Sultan Syarif Kasim II Kabupaten Siak memang dikenal sebagai habitat gajah. Ada kelompok gajah di lokasi yang punya perlintasan hingga ke Kabupaten Kampar.

Meskipun berstatus Tahura, lokasi ini tak luput dari perambahan dan berubah menjadi kebun sawit. Ini menjadi pemicu konflik gajah dengan manusia karena satwa liar itu habitatnya terganggu.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya