Lampu Kuning, Omicron di Jabar Picu Kenaikan BOR Rumah Sakit

Oleh Liputan6.com pada 25 Jan 2022, 17:00 WIB
Diperbarui 25 Jan 2022, 17:00 WIB
Ridwan Kamil
Perbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan adanya kenaikan bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur rumah sakit akibat merebaknya varian baru Covid-19 Omicron.

Omicron ini masih merangkak naik meskipun relatif terprediksi. Tapi tren di kami BOR juga sudah mulai naik yang tadinya 2 persen sekarang sudah hampir 8 persen,” kata pria yang akrab disapa Emil itu di Bandung, Selasa (25/2/2022).

Lebih jauh Emil mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron harus disikapi dengan serius. Semua infrastruktur pelayanan kesehatan di Jabar sudah disiapkan berdasarkan pengalaman menghadapi varian Delta pertengahan tahun lalu.

“Jadi, mengindikasikan sekarang kita sedang lampu kuning di Jabar. Maka persiapan seperti Delta dulu sedang kita hidupkan lagi,” ujarnya.

Selain rumah sakit, infrastruktur lain yang disiapkan adalah tempat isolasi hingga mengecek kebutuhan oksigen.

Emil mengungkapkan, sejauh ini mayoritas kasus Omicron berada di Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) yang berbatasan dengan DKI Jakarta sebagai episentrum Covid-19. Hal itu mengingat kawasan Bodebek berdekatan dengan pintu gerbang bandara tempat warga datang dari luar negeri.

“Ngumpul di situ (Jabodetabek), sehingga ketika ada penurunan juga dari situ. Termasuk yang di kabupaten Bandung itu si suaminya datang dari luar negeri. Sudah karantina dan sembuh dan pas ke Kabupaten Bandung ternyata muncul lagi,” tuturnya.

“Tapi di Jabar, Depok, Bekasi itu penyumbang terbesar kasus Omicron,” kata mantan Wali Kota Bandung itu menambahkan.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan di Bandung

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya