Ini Alasan Gubernur Sumsel Minta Presiden Joko Widodo Cabut Status KEK TAA

Oleh Nefri Inge pada 21 Jan 2022, 23:30 WIB
Diperbarui 21 Jan 2022, 23:30 WIB
Sanksi Denda Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumsel, Berapa Biayanya?
Perbesar
Gubernur Sumsel Herman Deru akan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan di Sumsel (Dok. Humas Pemprov Sumsel / Nefri Inge)

Liputan6.com, Palembang - Status Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) di Tanjung Api-Api (TAA) di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan (Sumsel), berakhir sudah.

Program yang ditetapkan di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, kini sudah dicabut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pencabutan dituangkan di Peraturan Pemerintah (PP) 2/2022 tentang KEK TAA (PP)51/2014 tentang KEK TAA.

Dicabutnya status KEK TAA di Desa Muara Sungsang dan Desa Teluk Payo, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin Sumsel tersebut, ternyata merupakan permintaan langsung dari Gubernur Sumsel Herman Deru.

Herman Deru menuturkan, permintaan tersebut karena jaraknya jauh dari calon Pelabuhan Tanjung Carat, yang sudah menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

"Saya yang meminta pencabutan itu, ada dasar permohonannya itu dicabut. Karena, tidak ada resepersentatif dan jauh dari calon lokasi pelabuhan yang akan dibangun,” ucapnya, Jumat (21/1/2022).

Mantan Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumsel tersebut mengungkapkan, wilayah KEK TAA tidak dapat diselesaikan dan tidak memenuhi syarat.

Terutama untuk dinyatakan siap beroperasi, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Karena dia menilai, mustahil adanya KEK tanpa pelabuhan untuk mendukung ekspor.

"Selama ini tidak pernah terealisasi wilayah itu, tidak ada kemudahan untuk investor. Karena diharapkan investor adalah kemudahan dan transportasi, antara pelabuhan dan KEK,” katanya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


Pelabuhan Samudera Baru

Pelindo II Anggarakan Miliaran Rupiah Perbaiki Pelabuhan di Palembang
Perbesar
Salah satu alat berat di Pelabuhan Boom Baru Palembang (Liputan6.com / Nefri Inge)

Dengan pencabutan status KEK, lanjut Herman Deru, sebagai awal langkah merealisasikan lokasi baru KEK yang berdekatan di pelabuhan Tanjung Carat diharapkan dapat membawa komoditas ekspor Sumsel ke pelabuhan dunia. Serta, tidak lagi bergantung dengan provinsi tetangga seperti Lampung.

“Prioritas kita pelabuhan dulu baru KEK, karena sejak 2014 KEK kita terkendala pembebasan tanah,” katanya.

Namun saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sedang berjuang untuk merealisasikan Pelabuhan Samudera Baru bagi Sumsel, di kawasan Tanjung Carat.

Pelabuhan tersebut untuk menggantikan Pelabuhan Sungai Boom Baru, yang berada di kawasan Sungai Musi yang mengalami pendangkalan.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya