Jutaan Bibit Unggul Bersertifikat di Riau Laris Manis Berkat Sawit Rakyat Online

Oleh syukur pada 23 Jan 2022, 08:00 WIB
Diperbarui 23 Jan 2022, 08:00 WIB
Salah satu sentra pembesaran bibit sawit unggul bersertifikat PTPN V yang dijual melalui aplikasi Sawit Rakyat Online.
Perbesar
Salah satu sentra pembesaran bibit sawit unggul bersertifikat PTPN V yang dijual melalui aplikasi Sawit Rakyat Online. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V melepas 1,4 juta bibit sawit unggul bersertifikat pada akhir 2021 lalu. Anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) itu mencatat ada 4.167 petani, baik swadaya maupun anggota koperasi unit desa (KUD) yang memborong bibit tersebut.

Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa mengatakan, mayoritas pembelian dilakukan melalui aplikasi Sawit Rakyat Online. Aplikasi berbasis Android besutan tim IT perusahaan mencatat 2.752 penjualan.

"Sisanya, petani membeli dengan mengunjungi sentra pembibitan secara langsung," kata Jatmiko, Jum'at petang, 21 Januari 2022.

Jatmiko bersyukur karena penjualan melalui aplikasi Sawit Rakyat Online mendapat respon positif dari masyarakat. Apalagi program penyediaan bibit sawit ini juga mendapat perhatian dari petani provinsi tetangga.

"Ada yang membeli dari Jambi dan Sumatra Utara," ucap Jatmiko.

Pada tahun ini, PTPN V kembali membuka keran penjualan 618 ribu bibit sawit unggul. Jumlah ini berkurang dari tahun sebelumnya karena keterbatasan benih serta proses pembesarannya yang cukup lama.

Meski begitu, Jatmiko optimis keberadaan bibit sawit unggul tetap akan membantu sekitar 1.500 hingga 2.000 petani yang akan meremajakan kebun sawit.

Saat ini, ada tiga jenis bibit sawit varietas unggul yang disiapkan PTPN V untuk petani plasma maupun swadaya di Bumi Lancang Kuning. Ketiganya adalah PPKS 50, PPKS 50 NG, dengan rata-rata produktivitas tandan buah segar di atas 30 ton per hektare per tahun.

Bibit-bibit ini dilepas dengan harga terjangkau sebesar Rp44.000 dan tersedia di enam sentra pembibitan PTPN V. Di antaranya Air Molek Kabupaten Indragiri Hulu, Tandun dan Sei Rokan Kabupaten Rokan Hulu, Kota Dumai, Lubuk Dalam Kabupaten Siak, dan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir.

"Niat kita tulus untuk membantu petani mendapatkan bibit terbaik agar terhindar dari bibit palsu sehingga akhirnya meningkatkan ekonomi rekan-rekan petani," terang Jatmiko.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


Pujian Erick Tohir

Program ini sebelumnya diapresiasi Menteri BUMN Erick Thohir. Dalam kunjungannya ke Kabupaten Kampar beberapa waktu lalu, Erick mengatakan disaat perusahaan lain menutup diri terhadap petani, PTPN V justru membuka keran penjualan bibit.

"PTPN telah berubah, PTPN hadir untuk sawit rakyat, kebijakan yang diambil direksi adalah kebijakan luar biasa," kata Erick.

Erick meminta kebijakan Direksi PTPN V ini terus dipertahankan. Ia menilai bahwa segenap manajemen anak BUMN Holding Perkebunan Nusantara tersebut berada di jalur tepat dalam memberikan kontribusi positif dan nyata kepada petani.

Berdasarkan survey Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), petani sawit selalu terjebak bibit sawit palsu. Ada sejumlah alasan yang membuat mereka terjebak, di antaranya 37 persen menjadi korban penipuan, 14 persen tergiur harga murah, 20 persen tidak mengetahui cara membeli benih legal.

Selain itu, 12 persen lagi karena rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi, 10 persen tidak mengetahui lokasi pembelian benih legal, serta 4 persen petani menyatakan akibat jarak tempuh dari lahan sawit ke produsen benih legal yang cukup jauh.

Guna mengatasi kendala-kendala itu, sejak awal 2021 dan untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan berdiri, PTPN V melepas bibit unggul yang selama ini hanya dipergunakan di kebun inti dan kebun plasma perusahaan.

"Dan petani atau calon petani dapat melihat langsung jenis bibit yang tersedia di masing-masing sentra pembibitan perusahaan," jelas Jatmiko.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya