Perang Harga Cabai Semakin Panas di Tasikmalaya, Polisi Turun Tangan

Oleh Jayadi Supriadin pada 31 Des 2021, 08:00 WIB
Diperbarui 31 Des 2021, 08:00 WIB
Sejumlah petugas Dinas UMKM dinas Perdagangan dan Perindustrian beserta petugas Polres Kabupaten Tasikmalaya tengah melakukan survei harga komoditas pertanian jelang pergantian tahun.
Perbesar
Sejumlah petugas Dinas UMKM dinas Perdagangan dan Perindustrian beserta petugas Polres Kabupaten Tasikmalaya tengah melakukan survei harga komoditas pertanian jelang pergantian tahun. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Tasikmalaya - Perang harga komoditas cabai menjelang pergantian tahun di kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat membuat jajaran kepolisian turun tangan. Perbedaan harga dengan kenaikan nyaris 40 persen itu membuat warga merana.

Kepala Dinas UMKM dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tasikmalaya Iwan Ridwan mengataan, dua hari menjelang berakhirnya 2021, harga komoditas cabai di kota Santri Tasikmalaya, terus meroket.

"Kami temukan ada perbedaan harga jual kebutuhan yang sama di pasar yang sama," ujar dia di pasar Singaparna, Kamis (30/12/2021).

Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang pergantian tahun memang biasa. Namun, perbedaan harga yang cukup mencolok untuk satu komoditas dalam di lokasi yang sama harus menjadi perhatian pemerintah.

"Misalnya cabai rawit di lapak depan Rp100 ribu, di tengah Rp 90 ribu, di sini ada yang Rp80 ribu per kilogram," ujar dia.

Selain faktor meningkatnya kebutuhan, perbedaan harga sekitar Rp20 ribu diduga menjadi permainan distributor pemasok barang.

"Mereka memanfaatkan momen pergantian tahun baru untuk menaikkan harga secara sepihak, kebanyakan komoditas yang naik berasal dari luar daerah," kata dia.

Melihat besarnya disparitas harga cabai dalam lokasi yang sama, Kepolisian Resort Tasikmalaya segera turun tangan. Kapolres Tasikmalaya AKBP Rismyahtono mengancam untuk menindak tegas, oknum yang sengaja mempermainkan harga cabai.

"Kami tentu akan melakukan pengawasan yang ketat. Kalau ada yang nakal-nakal dan terbukti ada permainan yang merugikan masyarakat, kami akan tindak," ujarnya.

Menjelang pergantian tahun, beberapa komoditas pertanian seperti cabai, bawang, tomat, dan telur ayam mengalami kenaikan antara 20-100 persen dari biasa semula.

"Cabai rawit tembus Rp100 ribu per kilogram, tomat Rp12 ribu, bawang merah putih mencapai Rp25 ribu perkilogram, serta telur ayam mencapai 30 ribu perkilogram," papar dia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya