Ikut 'Mabar', Moeldoko Sebut Bermain Gim Harus Punya Strategi Layaknya di Militer

Oleh Dewi Divianta pada 18 Des 2021, 12:00 WIB
Diperbarui 18 Des 2021, 12:00 WIB
Usai melakoni sesi fun match di gim Battle of Satria Dewa, Kepala Staf Kepresidenan KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengakui bahwa menjadi atlet esports membutuhkan kecermatan dan konsentrasi tinggi demi meraih kemenangan.
Perbesar
Usai melakoni sesi fun match di gim Battle of Satria Dewa, Kepala Staf Kepresidenan KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengakui bahwa menjadi atlet esports membutuhkan kecermatan dan konsentrasi tinggi demi meraih kemenangan. (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar - Kompetisi Grand Final Piala Presiden Esports 2021 resmi dimulai. Sekitar 200 atlet esports dari tujuh cabang gim yang dipertandingkan akan memperebutkan trofi juara serta total prize pool sebesar Rp 2 miliar. Kepala Staf Kepresidenan KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko membuka acara yang berlangsung di Mangupura Hall - The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, pada Jumat (17/12/2021).

Moeldoko mengapresiasi penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2021 tersebut, ia menyebut kegiatan itu dari tahun ke tahun semakin baik. Maka dari itu, pemerintah terus komitmen untuk mendukung penuh penyelenggaraan Piala Presiden Esports untuk tahun-tahun selanjutnya.

"Piala Presiden Esports 2021 pelaksanaannya semakin baik. Ketika dulu masih perdana di tahun 2019, perjuangannya tidak mudah, tapi Bapak Presiden Jokowi bilang 'jalankan' dan dia restui, sebab Esports adalah ajang kompetitif yang membangun jiwa dan karakter anak muda Indonesia," ujar Moeldoko di Nusa Dua, Jumat (17/12/2021).

Dalam kesempatan itu, Moeldoko langsung menjajal bertanding memainkan salah satu gim lokal asli Indonesia, yakni Battle of Satria Dewa. Dalam fun match ini, Moeldoko tergabung dalam tim "Tangguh" bersama Rangga Danu Prasetyo selaku Ketua Pelaksana Piala Presiden Esports 2021 dan Komjen (Po)l Bambang Sunarwibowo selaku Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI).

Mereka melawan Team Caster yang terdiri dari para caster di Piala Presiden Esports 2021. Meski kemudian timnya akhirnya kalah, Moeldoko merasa puas sempat menjajal permainan Battle of Satria Dewa.

 

Simak video pilihan berikut ini:


Tim KSP Moeldoko Kalah Lawan Team Caster

Usai melakoni sesi fun match di gim Battle of Satria Dewa, Kepala Staf Kepresidenan KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengakui bahwa menjadi atlet esports membutuhkan kecermatan dan konsentrasi tinggi demi meraih kemenangan.
Perbesar
Usai melakoni sesi fun match di gim Battle of Satria Dewa, Kepala Staf Kepresidenan KSP Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengakui bahwa menjadi atlet esports membutuhkan kecermatan dan konsentrasi tinggi demi meraih kemenangan. (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Menurutnya, bermain gim mengingatkannya dengan dunia militer yang membutuhkan strategi matang dalam berperang. "Kalah menang itu urusan nanti, yang penting berani," ucap dia. 

Moeldoko merasa gembira dengan antusiasme para atlet Esports yang berpartisipasi di Piala Presiden Esports 2021. Mantan Panglima TNI itu kemudian lapang dada mengakui keunggulan lawannya di arena Esports. 

"Kalian boleh bangga, tapi jangan berpuas diri. Jaga sportivitas dan jiwa kompetitif kalian agar bisa bersaing di tingkat global. Jangan takut bermimpi, pemerintah akan terus mendukung kalian sampai jadi juara dunia," katanya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Piala Presiden Esports 2021 Rangga Danu Prasetyo mengungkapkan bahwa antusiasme terhadap gelaran ini terus meningkat dari awal penyelenggaraannya pada bulan Oktober hingga Main Event. Gelaran yang mengusung slogan #BanggaEsportsIndonesia ini diyakini bisa mengembangkan ekosistem esports Indonesia lewat kompetisi sengit antara tim amatir dan profesional sehingga bisa menjaring talenta-talenta esports baru di Indonesia.

"Antusiasme penggemar Esports terhadap Piala Presiden Esports 2021 terus meningkat. Kami yakin Piala Presiden Esports 2021 bisa mengembangkan ekosistem esports di tanah air dengan persaingan yang sangat ketat antara pemain profesional dan amatir," tutur Rangga Danu.

Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) Komjen (Pol) Bambang Sunarwibowo mengaku kompetisi Esports seperti Piala Presiden Esports 2021 bisa menjaga ekosistem untuk terus berkembang hingga bisa membawa nama besar Indonesia ke kancah internasional.

"Kami akan terus berkolaborasi dan mengakomodasi seluruh ekosistem yang ada agar penyelenggaraan Esports yang ada di Indonesia dan membawa nama besar Indonesia ke kancah dunia. PBESI mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2021 terutama masuknya dua cabang gim lokal, Battle of Satria Dewa dan Lokapala," ujar dia.

Senada, Sekretaris Jenderal KONI Pusat Tubagus Ade Lukman mengatakan Piala Presiden Esports merupakan ajang yang tepat untuk mencari talenta-talenta esports berbakat dari seluruh penjuru Tanah Air agar Indonesia bisa berjaya di kejuaraan-kejuaraan tingkat dunia yang cukup banyak di tahun depan.

"KONI Pusat mendukung penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2021 dan berharap acara seperti ini terus bisa digelar untuk menjaring bibit-bibit Esports Tanah Air untuk bisa bersaing di kompetisi level dunia, terutama dengan banyaknya event-event Esports Internasional seperti SEA Games 2021, Asian Games 2022, serta Kejuaraan Dunia Esports 2022 di Indonesia," ucap Ade Lukman.

Sementara itu, Grand Final Piala Presiden Esports 2021 yang diselenggarakan di Bali juga dianggap mampu membangkitkan pariwisata Pulau Dewata lewat sports tourism. Acara tersebut merupakan hal yang sangat membahagiakan mengingat Bali selama ini mengandalkan pariwisata yang sempat terpuruk pada masa pandemi. Untuk penyelenggaraan event-event Esports lewat sports tourism akan mampu membangkitkan pariwisata dan pemulihan perekonomian Bali.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya