Psikologi Korban Pelecehan Seksual di BEM Unsoed Terganggu Usai Kasusnya Viral

Oleh Liputan6.com pada 11 Des 2021, 02:30 WIB
Diperbarui 11 Des 2021, 02:30 WIB
Pelecehan Seksual
Perbesar
Ilustrasi korban pelecehan seksual/copyright shutterstock

Liputan6.com, Purwokerto - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membenarkan adanya tindak pelecehan seksual yang menimpa salah satu anggotanya.

Pelecehan itu dilakukan oleh sesama pengurus BEM Unsoed.

"Kami membenarkan telah terjadi pelecehan seksual oleh salah satu pengurus BEM Unsoed kepada pengurus BEM Unsoed lainnya," kata Presiden Unsoed Fakhrul Firdausi kepada Liputan6.com, Jumat (10/12/2021).

Saat ini, BEM Unsoed telah mengambil tindakan tegas yang sesuai dengan prosedur organisasi maupun penanganan kasus pelecehan seksual.

Fakhrul juga mengaku pihaknya telah melindungi korban dan memberhentikan pelaku secara tidak hormat (SP3) sebagai pengurus BEM Unsoed.

Mulanya, BEM Unsoed telah menawarkan kepada korban untuk membawa kasus ini kepada lembaga yang lebih profesional, seperti Unit Layanan Pengaduan dan Kekerasan (ULPK) Unsoed melalui Kementerian Adkesma BEM Unsoed maupun konseling dengan psikolog.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan Ini:


Jadi Perbincangan Publik

Patung Jenderal Soedirman, halaman Rektorat Unsoed, Purwokerto. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Patung Jenderal Soedirman, halaman Rektorat Unsoed, Purwokerto. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Namun, menurut penuturannya, korban sama sekali tidak menginginkan kasus ini dibawa ke pihak manapun atau semakin menyebar luas. Sehingga BEM Unsoed tetap menghargai dan mengutamakan perspektif korban

"Keputusan awal BEM Unsoed untuk tidak membuat rilis ataupun publikasi lainnya semata karena prinsip utama BEM Unsoed adalah melindungi korban, bukan untuk menutupi kasus apalagi melindungi pelaku. Korban hanya meminta pelaku dikeluarkan dari BEM Unsoed serta tidak menghubunginya lagi," kata dia.

Namun, karena kasusnya menjadi perbincangan publik, melalui akun Twitter @Unsoedfess1963, kondisi psikologis dan hak privasi korban kembali terganggu.

"Maka dengan ini, BEM Unsoed memohon pengertiannya kepada seluruh pihak agar tidak terus membesar-besarkan kasus ini. Jangan ada kepentingan lain dari kasus ini selain kepentingan korban," tandasnya.

Diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Unsoed ini viral di media sosial. Kasus ini juga ramai diperbincangkan, baik secara daring maupun luring.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya