Cegah Banjir Bandang Terulang, Warga Garut Yuk Tanam Pohon Sekitar Sungai

Oleh Jayadi Supriadin pada 07 Des 2021, 04:00 WIB
Diperbarui 07 Des 2021, 04:00 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, tengah melakukan prosesi ngaruat cai dalam Launching GD-PDAS di Kampung Citiis, Tarogong Kaler, beberapa waktu lalu.
Perbesar
Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, tengah melakukan prosesi ngaruat cai dalam Launching GD-PDAS di Kampung Citiis, Tarogong Kaler, beberapa waktu lalu. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Garut - Dua musibah banjir bandang di Garut, Jawa Barat yang berlangsung dalam waktu dua bulan terakhir, membuat Pemerintah Daerah (Pemda) Garut berbenah. Mereka kini mengawali kampanye Gerakan Peduli Desa Daerah Aliran Sungai (GD-PDAS).

Konsep yang diisiniasi Forum Koordinasi Pengelolaan DAS (FK-PDAS) itu, menawarkan model Agroforestry, sebagai upaya pemulihan lahan kritis dan menjaga ketahanan wisata di Garut.

"Mudah-mudahan dengan upaya ini, mampu mengeleminir (meminimalkan) tingkat keterpurukan kita dalam arti ada bentuk-bentuk bencana yang kerap kali menghantui kita," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, dalam Launching GD-PDAS di Kampung Citiis, Tarogong Kaler, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kepedulian desa dalam mempertahankan kelestarian DAS melalui program penanaman bibit tanaman keras, dinilai penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam, sebagai upaya menghindari terjadinya musibah bencana alam.

"Termasuk memberikan manfaat pendapatan lebih bagi masyarakat desa khususnya melalui pengembangan wisatanya," ujar dia.

Diawali prosesi Ngaruat Cai, kampanye kepedulian desa terhadap DAS ini kemudian diakhiri penanaman pohon tanaman keras. "Harapannya sekali lagi mudahan ini memberikan banyak kemaslahatan," kata dia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Target Kampanye

Kampanye Gerakan Peduli Desa Daerah Aliran Sungai (GD-PDAS) menawarkan model Agroforestry, sebagai upaya pemulihan lahan kritis dan menjaga ketahanan wisata di Garut.
Perbesar
Kampanye Gerakan Peduli Desa Daerah Aliran Sungai (GD-PDAS) menawarkan model Agroforestry, sebagai upaya pemulihan lahan kritis dan menjaga ketahanan wisata di Garut. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Ketua FK-PDAS Garut, Uun Frinawati mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari hari menanam pohon Indonesia dan bulan menanam pohon Indonesia.

"Kegiatan ini melibatkan multipihak dalam tata kelola DAS Kabupaten Garut, menuju DAS yang sehat, lestari, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata dia.

Tujuan kegiatan ini, ujar dia, diharapkan mampu mengurangi meluasnya lahan kritis di Garut, serta meningkatkan tata kelola sampah dan berkurangnya sampah di Kabupaten Garut. "Itu dua target dari Gerakan Desa Peduli DAS," kata dia.

Total ada ribuan bibit pohon keras yang ditaman di area seluas 7 hektare yang tersebar di dua desa yakni Desa Pasawahan di Kecamatan Tarogong Kaler dan Desa Parakan di Kecamatan Samarang.

"Total kurang lebih sekitar 15 ribu pohon buah-buahan dan tanaman keras lainnya kami tanam," ujar dia.

Sementara itu, Manager Komunikasi PLN UID (Unit Induk Distribusi) Jawa Barat, Iwan Ridwan, mengatakan kampanye kepedulian desa untuk menjaga kelestarian DAS, sejalan dengan program tanggung jawab sosial lingkungan atau pelestarian alam.

Upaya itu, ujar dia, diharapkan mampu mengembalikan kelestarian alam yang sudah kritis atau yang rusak, sehingga Garut bisa kembali hijau. "Kami juga berharap mampu terhindar dari bencana-bencana yang kemarin-kemarin datang silih berganti," kata dia.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya