Awas, Varian Omicron Makin Mendekat ke Batam Kepri

Oleh Batamnews.co.id pada 05 Des 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 05 Des 2021, 09:00 WIB
Infografis Omicron Menyebar dari Afrika Selatan. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Omicron Menyebar dari Afrika Selatan. (Liputan6.com/Abdillah)

Batam - Varian baru Corona Omicron semakin masif menyebar ke seluruh dunia. Persebarannya kini semakin mendekati Pulau Batam yang berada di Kepulauan Riau.

Ancaman Omicron bagi Batam semakin nyata, setelah dua negara terdekat yakni Singapura dan Malaysia mengumumkan temuan atas varian baru Corona Omicron yang dari Afrika Selatan itu.

Dalam sepekan ini, kedua negara mendeteksi adanya varian baru yang dikategorikan oleh WHO sebagai Variant of Concern (VOC) ini di negara mereka.

Pada Jumat (3/12/2021), Menteri Kesehatan Malaysia, Khairy Jamaluddin mengumumkan temuan pertama kasus Omicron.

Khairy mengatakan kasus Omicron ini ditemukan setelah serangkaian tes yang dilakukan terhadap 74 orang positif Covid-19 di Bandara Internasional Kuala Lumpur, dari 11 November hingga 28 November.

Satu orang pelancong yang terpapar Omicron ini memiliki rekam jejak perjalanan Afrika Selatan yang tiba di Malaysia pada 19 November.

“Kasus ini melibatkan seorang pelancong bukan warga Malaysia berusia 19 tahun, yang datang dari Afrika Selatan melalui Singapura pada 19 November 2021 dan telah menjalani pengujian RT-PCR Covid-19 setibanya di KLIA," kata Khairy dilansir Malaymail.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Omicron di Malaysia dan Singapura

Sunyi Sepi Bandara di Jepang Tanpa Kunjungan Turis Asing
Perbesar
Seorang pria melewati papan penerbangan yang dibatalkan di bandara internasional Haneda Tokyo, Selasa (30/11/2021). Jepang melarang semua warga asing memasuki negaranya mulai Selasa (30/11) hingga sebulan ke depan untuk mengantisipasi penyebaran varian Covid-19 Omicron. (Philip FONG/AFP)

Ia menambahkan orang yang terpapar Omicron ini merupakan mahasiswi di salah satu universitas swasta di Ipoh, negara bagian Perak.

Sementara, Singapura lebih dulu dibanding Malaysia mendeteksi keberadaan varian Omicron. Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) menyampaikan ada dua kasus impor Covid-19 Omicron pada Kamis (2/12/2021) kemarin.

MOH menyatakan dua orang yang terpapar varian Omicron ini tiba dari Johannesburg, Afrika Selatan pada Rabu (1/12/2021) dengan menggunakan penerbangan Singapore Airlines SQ479 dan dinyatakan positif untuk varian Omicron pada hari berikutnya.

Secara rinci, kedua orang tersebut adalah pria berusia 44 tahun yang tiba di Singapura dari Mozambik dan transit melalui Johannesburg. Tes pra-keberangkatannya di Mozambik pada 29 November dinyatakan negatif untuk Covid-19.

Kemudian, seorang wanita berusia 41 tahun yang tiba dari Afrika Selatan pada 1 Desember. Tes pra-keberangkatannya di Johannesburg pada 29 November negatif untuk Covid-19

Sebagai wilayah yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, ancaman Omicron bagi Batam adalah nyata.

Sejauh ini, varian B.1.1.529 atau Omicron memang belum terdeteksi di dua negara tetangga terdekat Batam itu.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Strategi Pencegahan

Otoritas terkait di Batam sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan bahwa saat ini masih melakukan pencegahan secara umum saja.

Namun paling utama adalah pencegahan saat menerima kedatangan para Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Tanah Air melalui Batam.

“Terutama yang masuk PMI, proses karantina harus dijaga dengan baik,” katanya.

Kemudian yang paling penting juga mengenai penerapan protokol kesehatan (prokes), walaupun saat ini kasus Covid-19 melandai, namun tetap harus menjaga prokes.

“Proses tracing sudah sesuai dengan standar, 1 kasus, minimal 15 orang yang ditracing,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam, Achmad Farchanny mengatakan persiapan yang dilakukan pihaknya untuk pengawasan pelaku perjalanan dalam negeri sejalan dengan aturan terbaru yang terbit.

Aturan tersebut adalah Instruksi Mendagri nomor 62 tahun 2021, Surat Edaran (SE) MenPAN-RB nomor 13 tahun 2021 dan SE MenPAN-RB nomor 26 tahun 2021.

“Untuk teknisnya, kami masih menunggu arahan dari satgas nasional,” ujarnya.

Dapatkan berita Batamnews.co.id lainnya, di sini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya