Sejak Maret 2020, Ada 1.038 Warga Sulut Meninggal Akibat Covid-19

Oleh Yoseph Ikanubun pada 02 Des 2021, 19:00 WIB
Diperbarui 02 Des 2021, 19:00 WIB
Ilustrasi - Ambulans RSUD Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga. Sebanyak 25 tenaga kesehatan di RSUD Goeteng terpapar Covid-19. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab Purbalingga)
Perbesar
Ilustrasi - Ambulans RSUD Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga. Sebanyak 25 tenaga kesehatan di RSUD Goeteng terpapar Covid-19. (Foto: Liputan6.com/Humas Pemkab Purbalingga)

Liputan6.com, Manado - Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut dr Steaven Dandel mengungkapkan, ada penambahan 1 pasien Covid-19 yang meninggal dunia pada Rabu (1/12/2021). Sedangkan, untuk kasus baru positif Covid-19 tidak mengalami penambahan.

"Tercatat pasien yang meninggal dunia itu kasus 34.595, seorang perempuan berusia 74 tahun asal Kota Manado, Sulut dengan penyakit penyerta syok sepsis (infeksi lokal atau seluruh sistem dalam tubuh)," ungkap Dandel, Rabu malam.

Dengan penambahan 1 kasus meninggal dunia ini, maka sejak pandemi melanda Sulut pada pertengahan Maret 2020 silam, tercatat sebanyak 1.038 orang meninggal dunia akibat Covid-19 serta penyakit penyerta.

"Angka kematian atau case fatality rate pasien Covid-19 di Sulut sebesar 3,00 persen," ujarnya.

Ada kabar baik terkait angka pasien sembuh dari Covid-19 yang bertambah sebanyak 10 kasus, sehingga jumlah akumulasinya mencapai 33.541 orang. Sepuluh pasien yang sembuh ini berasal dari Manado 8 orang, 1 orang dari Tomohon, dan 1 dari Minahasa Selatan.  

"Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sulut per 1 Desember 2021 adalah 96,89 persen," kata Dandel.

Dandel juga mengungkapkan, tidak ada penambahan kasus baru positif Covid-19 di Sulut, sehingga jumlah akumulasinya tetap 34.618 orang. Sedangkan, jumlah kasus aktif berkurang sebanyak 11 orang, jumlah akumulasinya tinggal 39 orang.  

"Kasus aktif Covid-19 di Sulut per 1 Desember 2021 sebesar 0,11 persen," kata Dandel.

Simak juga video pilihan berikut:

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya