Keseruan Jambore Jurnalistik Lingkungan di Atas Danau Tondano Minahasa

Oleh Yoseph Ikanubun pada 02 Des 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 02 Des 2021, 10:00 WIB
Lokasi jambore di Ketama Adventure Park, Desa Touliang Oki, Kabupaten Minahasa, Sulut.
Perbesar
Lokasi jambore di Ketama Adventure Park, Desa Touliang Oki, Kabupaten Minahasa, Sulut.

Liputan6.com, Manado - Berlokasi di atas Danau Tondano, tepatnya di Ketama Adventure Park, Desa Touliang Oki, Kabupaten Minahasa, Sulut, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Simpul Sulut sukses menggelar Jambore Jurnalistik Lingkungan. Di lokasi yang indah itu, kegiatan jambore digelar selama 3 hari sejak, Jumat–Minggu (26-28/11/2021).

Kegiatan yang mengambil tema "Perkuat Literasi Selamatkan Bumi" ini dibuka oleh Ketua Umum SIEJ Rochimawati dan diikuti sedikitnya 50 peserta dari berbagai daerah di Sulut seperti Minahasa, Manado, dan Bitung. Mereka terdiri dari jurnalis anggota SIEJ Simpul Sulut yang juga tergabung dalam tim kerja, jurnalis pemula, dan perwakilan organisasi dan kelompok pencinta alam.

"Dengan aktifnya SIEJ Simpul Sulut bisa mendorong SIEJ Simpul yang lain untuk giat menggelar program kerja," ujar Ochi, sapaan akrab jurnalis senior ini.

Dia berharap, programnya tidak hanya top down, tapi keaktifan teman simpul yang membuat kegiatan. Termasuk mendorong untuk kegiatan-kegiatan terkait isu lingkungan di daerah.

"Saat ini SIEJ mempunyai 200 anggota di Indonesia, yang menjadi anggota harus yang peduli lingkungan," ujarnya.

Ochi mengatakan, pihaknya menargetkan bagaimana SIEJ mengedukasi publik termasuk di Minahasa terkait dengan isu climate change, atau perubahan lingkungan. Tetap dengan menggunakan bahasa yang lebih dipahami.

"Diharapkan jurnalis dan komunitas lingkungan bisa mengambil peran dalam mengkampanyekan isi perubahan iklim," ujarnya. 

Selama tiga hari dalam jambore, seluruh peserta menerima beragam materi diantaranya Kondisi Lingkungan di Sulut oleh Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut Sulut Barthe Karouw dan penggiat lingkungan Jull Takaliuang.

Kemudian ada materi endemik dan masalah yang dihadapi yang dibawakan Yunita Siwi dan Ririn dari Yayasan Selamatkan Yaki. Selanjutnya Billy Gustafianto Lolowang dari Yayasan Tasikoki, serta Fachriany Hasan dan Rispa Yeusy Anjeliza dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut.

Ada juga materi terkait Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dan Kepedulian Terhadap Lingkungan dari perwakilan PT Cargil Indonesia di Amurang, Marthen Sorongan.

Disusul materi Dukungan Stakholders bagi Lingkungan Hidup di Sulut yang dibawakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut diwakili Kasubid Pemberdayaan Masyarakat Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Danny Repi, juga pihak Polda Sulut diwakili Kabag Ops Polres Minahasa AKP Alfrets Tatuwo.

Pada hari ketiga, peserta diberikan materi Jurnalistik Dasar dan Kode Etik Jurnalistik oleh Kontributor Liputan6.com Yoseph E Ikanubun, kemudian materi Fotografi dari fotografer Sulut Denny Taroreh, serta materi videografi, oleh Pemred Sulawesion.com Supardi Bado.

Koordinator SIEJ Simpul Sulut Findamorina Muhtar pada penutupan kegiatan berharap agar pemahaman peserta terkait isu lingkungan khususnya di Sulut semakin bertambah. Bagi pers kampus dan komunitas pegiat lingkungan, diharapkan dari kegiatan ini akan bermunculan jurnalis-jurnalis muda yang peka dan mau menulis soal lingkungan hidup di media mereka masing-masing.

"Dari tempat ini, kita mempromosikan topik-topik lingkungan hidup yang berkualitas dan layak diketahui publik,” ujarnya.

Dia berharap, partisipasi publik dalam memantau persoalan lingkungan hidup juga ikut terbangun.

Pada penutupan jambore, SIEJ Simpul Sulut telah mendeklarasikan  kehadiran komunitas Jurnalis Peduli Sumber Daya Air (JP-SDA). Noufriadi "Adi" Sururama dan Rafsan Damapolii terpilih sebagai ketua dan sekretaris JP-SDA Sulut.

Pada akhir kegiatan, panitia memilih dua peserta terbaik selama kegiatan, yaitu Fardy Fransisco dari komunitas Northsula dan Safril Abarang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)-Majelis Penyelamat Organisasi (MPO).

Penanaman pohon di kawasan Ketama Adventure Park Minahasa untuk memperingati Hari Pohon Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 November, menutup seluruh rangkaian 3 hari Jambore Jurnalistik Lingkungan pertama di Sulut tersebut.

Simak juga video pilihan berikut:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya