Dinas Pendidikan Kota Makassar Matangkan Konsep Sekolah Terintegrasi

Oleh Fauzan pada 13 Okt 2021, 15:33 WIB
Diperbarui 11 Nov 2021, 16:41 WIB
Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2020/2021 Sesuai Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 (Foto: Istimewa)
Perbesar
Ilustrasi siswa/siswi sekolah. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Makassar - Konsep sekolah terintegrasi terus dimatangkan Pemerintah Kota Makassar. Salah satu kelebihan konsep tersebut adalah lulusan dari sekolah terintegrasi nantinya tak perlu lagi daftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amalia Malik mengatakan, program sekolah terintegrasi ini masih dalam tahap perumusan. Rencananya, tahun depan sudah mulai dijalankan di beberapa sekolah.

Namun, kata dia, sudah ada beberapa konsep yang rencananya akan diterapkan di sekolah terintegrasi. Termasuk bagaimana peserta didik bisa melanjutkan pendidikan di sekolah yang telah diintegrasikan.

“Nanti itu siswa tidak lagi menempuh jalur PPDB. Anak yang SD (Sekolah Dasar) misalnya, secara langsung bisa SMP (Sekolah Menengah Pertama) tanpa zonasi dan PPDB,” ujar dia, Rabu (13/10/2021). 

Amalia menerangkan, pada program sekolah terintegrasi ini, Pemkot ingin anak-anak bersekolah selama sepuluh tahun. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, hingga SMP, akan menjadi atensi Pemkot Makassar.

“Sekolah terintegrasi ini rencananya tahun depan akan dibangun. Tapi pembangunannya dilakukan multiyears. Targetnya itu 2022-2024,” ungkap Amalia.

Konsep sekolah terintegrasi ini, lanjutnya, akan dirampungkan dalam waktu dekat. Paling lambat, kata dia, bisa selesai hingga akhir tahun 2021 ini. “Sehingga di 2022 bisa fokus pada pemenuhan sarana dan prasarananya,” sambungnya.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya