Ketika Pemkot Makassar Diminta untuk Kelola TPI Untia

Oleh Fauzan pada 14 Sep 2021, 17:52 WIB
Diperbarui 03 Nov 2021, 16:16 WIB
Kepala Pelabuhan Untia bertemu Wali Kota Makassar (Liputan6.com)
Perbesar
Kepala Pelabuhan Untia bertemu Wali Kota Makassar (Liputan6.com)

Liputan6.com, Makassar - Kepala Pelabuhan Perikanan Untia, Iswadi Rachman mengunjungi Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto di kediaman pribadinya, Selasa (14/9/21). Pertemuan itu bertujuan untuk meminta pihak Pemerintah Kota Makassar agar mengelola Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Untia. 

Hal itu dikarenakan, hampir semua TPI di daerah sudah diambil alih oleh Pemerintah setempat.

“Jadi kedatangan saya kesini untuk mendiskusikan kepada pak Wali agar baiknya TPI Pemkot yang kelola. Karena hingga saat ini sudah banyak investor yang masuk ke wilayah itu,” ucap, Iswadi Rachman.

Tak hanya itu, Iswadi juga meminta kepada Danny agar ketersediaan air bersih segera bisa terealisasi. 

Pihaknya membutuhkan 150 ribu liter perhari air bersih untuk kebutuhan kapal.

“Karena sekarang sudah ada 21 investor dan sebagiannya sudah beroperasi. Maka bisa lebih dari 150 ribu liter yang kami butuhkan. Harus memang dipasang instalasi disana. Selama ini kami membeli air dari luar,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Danny Pomanto merespon positif rencana tersebut. 

“Kita akan lebih memprioritaskan ketersediaan air bersih di wilayah Untia segera. Dan soal pelelangan akan ada MoU yang akan dilakukan nantinya,” sebut Danny.

 

Simak juga video pilihan berikut ini:

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya