Intensitas Hujan Tinggi, Puluhan Rumah di Nias Terendam Banjir

Oleh Reza Efendi pada 25 Okt 2021, 10:51 WIB
Diperbarui 25 Okt 2021, 10:51 WIB
Banjir di Nias
Perbesar
Hujan dengan intensitas tinggi yang memicu debit air Sungai Mezawa meluap hingga menyebabkan sebanyak kurang lebih 40 rumah terendam banjir di Kabupaten Nias

Liputan6.com, Nias Hujan dengan intensitas tinggi yang memicu debit air Sungai Mezawa meluap hingga menyebabkan sebanyak kurang lebih 40 rumah terendam banjir di Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut), pada Minggu, 24 Oktober 2021.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias mendata rumah terdampak banjir berada di Dusun 3, Desa Tetehosi, Kecamatan Idano Gawo.

"Kondisi saat ini cuaca di sekitar lokasi kejadian cerah. BPBD Nias melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pihak terkait serta melakukan persiapan untuk meninjau langsung lokasi terdampak," kata Abdul, Senin (25/10/2021).

Diterangkannya, kajian inaRISK menunjukkan Kabupaten Nias memiliki potensi bahaya banjir pada tingkat sedang hingga tinggi yang berdampak pada enam kecamatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) turut mengeluarkan peringatan dini hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor.

"Adapun prakiraan cuaca tiga harian per 24 hingga 26 Oktober 2021 menunjukkan wilayah Sumut berawan dan hujan ringan," terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Imbauan BNPB

Banjir di Nias
Perbesar
BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memantau prakiraan cuaca dari BMKG serta kajian risiko bencana wilayah sekitar melalui inaRISK.

BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memantau prakiraan cuaca dari BMKG serta kajian risiko bencana wilayah sekitar melalui inaRISK. Apabila telah terjadi banjir, waspada terhadap arus bawah, saluran air serta kubangan.

"Segera matikan jaringan listrik dan jangan menyentuh peralatan yang bermuatan listrik ketika berada di sekitar lokasi banjir," imbau Abdul.

Selanjutnya, ikuti instruksi pihak berwenang terkait penanganan darurat banjir dan amankan barang serta rumah ketika harus melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.

"Pastikan mendapatkan informasi dari kanal terpercaya," tandasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya