Iming-Iming Lolos Tes CPNS, Pegawai di Bone Bolango Tipu Warga Ratusan Juta

Oleh Arfandi Ibrahim pada 22 Okt 2021, 05:00 WIB
Diperbarui 22 Okt 2021, 05:00 WIB
Salah satu warga yang menjadi korban saat menyerahkan jaminan sertifikat rumah milik Esto ke DPRD Kabgor (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Perbesar
Salah satu warga yang menjadi korban saat menyerahkan jaminan sertifikat rumah milik Esto ke DPRD Kabgor (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Gorontalo - Seorang Aparatur Sipil Negara di Bone Bolango (Bonebol) atas nama Esto Hariyanti Hartono alias Esto, diduga menipu 103 orang di Kabupaten Gorontalo (Kabgor). Esto menjanjikan kepada warga akan lolos tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), jika memberikan sejumlah uang. Tak tanggung-tanggung, dari 103 korban, pelaku Esto meraup uang hingga Rp770 juta.

Kasus penipuan CPNS itu terungkap pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi gabungan DPRD Kabupaten Gorontalo. Dalam rapat tersebut juga terbongkar, Esto melakukan aksinya tidak sendirian, melainkan ada kerabatnya bernama Andi Masi dan Hadijah Djoli.

Dari ketiga orang tersebut, para korban mendaftarkan diri sebagai CPNS. Bahkan warga tidak segan-segan menyetorkan sejumlah uang puluhan juta dengan harapan mereka bisa lolos menjadi abdi negara.

Namun hal itu dibantah oleh Surahman Sahrain yang merupakan Kuasa Hukum dari Hadijah Djoli dan Andi Masi. Ia menjelaskan, dua kliennya itu bukan merupakan pelaku utama, melainkan merupakan korban dari aksi Esto.

"Saat itu, Esto mendatangi kediaman Hadijah di Kecamatan Pulubala untuk meminjam uang sebesar Rp2,5 juta," jelasnya.

Lanjut Suherman, Setelah mendapatkan uang, Esto kemudian bertanya kepada Hadijah apakah ia mempunyai anak yang telah sarjana. Jika ada, Esto akan membantu menjadikan dia lulus tes CPNS di daerah Bonebol.

"Jadi, uang para korban yang diterima oleh klien kami  sejak tahun 2020 hingga sekarang berjumlah Rp774 juta," tambahnya.

Suherman menerangkan, seluruh uang tersebut diserahkan oleh klien kepada Esto secara tunai. Selain itu, ada juga para korban yang menyetor uangnya secara cicil, dari Rp500 ribu, Rp1 juta hingga Rp3 juta.

"Sebagian uang telah dikembalikan klien kami kepada para korban, kurang lebih sebesar Rp100 juta dengan menggunakan uang pribadi,” katanya.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak juga video pilihan berikut:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tanggapan Esto

Sementara itu, Esto Hariyanti Hartono mengatakan, akan mengembalikan uang para korban secara utuh. Tapi dirinya meminta waktu untuk menjual rumahnya yang ada di Kelurahan Kayu Merah.

"Saya siap membayar uang mereka, jaminan sertifikat rumah. Rumah ini saya jual dulu, setelah itu uang mereka saya kembalikan," ujar Esto.

Esto juga mengungkapkan, pada saat dirinya mengajak orang untuk menjadi PNS tidak memiliki alasan apapun. Perekrutan PNS di Kabupaten Bone Bolango juga tidak ada melalui calo.

"Tidak ada alasan saya merekrut mereka menjadi PNS. Intinya uang itu akan saya bayar ," ungkapnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya