Epidemiolog Imbau Warga Riau Waspada Potensi Gelombang Ketiga Covid-19

Oleh M Syukur pada 19 Okt 2021, 04:00 WIB
Diperbarui 19 Okt 2021, 04:00 WIB
Juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi.
Perbesar
Juru bicara Satgas Covid-19 di Riau, dr Indra Yovi. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Kasus konfirmasi harian Covid-19 di Riau makin melandai setiap harinya. Data per 18 Oktober 2021, hanya ada 18 warga terinfeksi virus Corona di setiap kabupaten serta kota yang ada di Bumi Lancang Kuning.

Melandainya kasus harian ini justru membuat Satgas Covid-19 di Riau khawatir. Terutama ancaman gelombang ketiga menjelang pergantian tahun, jika masyarakat mulai mengabaikan protokol kesehatan.

Kekhawatiran ini beralasan. Hampir semua aktivitas di setiap sudah mulai dibuka secara penuh sehingga mobilitas masyarakat makin meningkat karena tidak ada penyekatan jalan lagi.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga mendapatkan peringatan dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi terkait potensi besar gelombang ketiga jika masyarakat sudah tidak memakai masker lagi, menjaga jarak dan membuat kerumunan.

Sebagai persiapan, selain penegakan disiplin protokol kesehatan di setiap sektor, Satgas Covid-19 di Riau tetap mempertahankan fasilitas medis yang ada untuk merawat pasien terkonfirmasi. Mulai dari isolasi terpadu dan kapasitas ruangan di rumah sakit.

"Yang jelas persiapan-persiapan yang sebelumnya dan fasilitas yang tersedia saat ini, tetap dipertahankan," kata juru bicara Satgas Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, Senin siang, (18/10/2021).

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pertahankan Fasilitas

Selain ketersediaan ruangan perawatan di rumah sakit dan isolasi terpadu, Satgas Covid-19 di Riau juga mempertahankan keberadaan rumah oksigen.

"Dengan demikian, kalau memang terjadi seperti yang diprediksi terkait Covid-19 gelombang ketika, fasilitas-fasilitas yang kita punya masih bisa difungsikan," terang Yovi.

Sebelumnya, Ahli epidemiologi meminta Riau tetap berada dalam kehati-hatian, meski secara kuantitas angka kasus terkonfirmasi Covid-19 harian turun drastis usai lonjakan kasus Covid-19 gelombang kedua.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Riau dokter Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, Riau berpotensi menghadapi lonjakan Covid-19 gelombang ketiga pada Desember mendatang.

"Selalu ada potensi dan harus waspada dari sekarang," kata Wildan.

Sebagai informasi, Riau sudah berhasil keluar dari gelombang kedua Covid-19 yang menerpa sejak Juli hingga akhir Agustus lalu. Hampir semua wilayah di Riau sudah berada pada zona kuning.

Khusus Kota Pekanbaru sudah berhasil keluar dari PPKM level 4 sejak beberapa pekan lalu. Saat ini, Pekanbaru tengah melakukan upaya agar bisa berada pada PPKM level 1.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya