Pulang dari Ladang, Lansia di Pesisir Selatan Diserang Beruang Madu

Oleh Novia Harlina pada 29 Sep 2021, 03:00 WIB
Diperbarui 29 Sep 2021, 03:00 WIB
Beruang madu
Perbesar
Beruang madu di Balikpapan, Kaltim. (Liputan6.com/Abelda Gunawan)

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Seorang pria lanjut usia di Nagari Kapelgam Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat harus mendapat perawatan di rumah sakit usai diserang seekor beruang madu.

Peristiwa yang menimpa Ali Amran (67) itu terjadi pada 24 September 2021. Ketika ia pulang dari ladang, tiba-tiba seekor beruang menggigit kaki sebelah kirinya.

Ali mencoba menyelamatkan diri dengan memukul beruang madu tersebut menggunakan kaleng cat yang dibawa.

Ia akhirnya bisa menyelematkan diri dari serangan beruang. Luka gigitan beruang di kaki kiri Ali harus mendapat 50 jahitan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Ardi Andono mengatakan pihaknya langsung bergerak pada 24 September 2021 dan melakukan koordinasi dengan pemerintahan nagari setempat.

"Selanjutnya tim bersama masayarakat melakukan penghalauan dengan bunyi-bunyian menggunakan meriam karbit," katanya, Selasa (28/9/2021).

Tim penanganan konflik bersama masyarakat, lanjutnya, juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan lokasi kemunculan beruang yang diinfokan masyarakat dengan memperhatikan ada atau tidaknya bekas jejak dan bekas cakaran beruang madu.

Hingga 27 September 2021, kata Ardi, petugas masih di lokasi melakukan monitoring pascapenanganan konflik.

Pihaknya mengimbau masyarakat dapat membuat alat bunyi-bunyian seperti meriam karbit, karena hal tersebut biasanya cukup efektif untuk menghalau satwa liar beruang agar menjauh dan masuk ke dalam habitatnya lagi.

Ardi meminta jika masyarakat melihat tanda-tanda kemunculan satwa dilindungi yang masuk ke perkampungan seperti beruang, harimau sumatera, harimau dahan, agar bisa melaporkan ke petugas setempat atau bisa menghubungi BKSDA Sumbar di nomor 081266131222.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya