Cara Pemda Garut Sulap Kawasan Kumuh Dengan Program Gerbang Cahayaku

Oleh Jayadi Supriadin pada 20 Sep 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 20 Sep 2021, 07:00 WIB
Kepala Disperkim Kabupaten Garut, Eded Komara Nugraha menyatakan pelaksanaan program gerbang cahayu bertujuan mempercantik lingkungan permukiman sekitar, agar lebih nyaman ditinggali warga.
Perbesar
Kepala Disperkim Kabupaten Garut, Eded Komara Nugraha menyatakan pelaksanaan program gerbang cahayu bertujuan mempercantik lingkungan permukiman sekitar, agar lebih nyaman ditinggali warga. (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)

Liputan6.com, Garut - Untuk mengubah kawasan kumuh menjadi area layak huni, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat menggulirkan Program Gerbang Cahayaku (Gerakan Bangun Cegah Kumuh).

Satu kampung di Kelurahan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut langsung menjadi contoh dari penerapan program yang dikelola langsung masyarakat, termasuk Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Paguyuban Warga Kelurahan Pataruman.

Kepala Disperkim Kabupaten Garut, Eded Komara Nugraha menyatakan pelaksanaan program gerbang cahayu bertujuan mempercantik lingkungan permukiman sekitar, agar lebih nyaman ditinggali warga.

“Salah satu pembangunan yang dilakukan dalam program ini adalah pembuatan MCK (Mandi Cuci Kakus),” kata dia, beberapa waktu lalu.

Dalam pelaksanaannya, selain pengelolaan bersama, program itu berupaya mengubah kawasan kumuh menjadi layak huni dengan mengedepankan pola hidup sehat masyarakat sekitar.

“Selain MCK, ada juga pembuatan jalan lingkungan, kemudian sanitasnya, termasuk ruang terbuka publiknya,” papar dia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kreativitas Warga

Total anggaran yang digunakan dalam program itu mencapai Rp946 juta dengan pola pengelolaan secara swadaya masyarakat.

“Pelaksanaan ini oleh BKM setempat, namun masyarakat dilibatkan secara langsung (mengikuti) mulai perencanaan maupun pelaksanaannya,” kata dia.

Sementara keberadaan dinas sebagai tim teknis, berfungsi melakukan monitoring serta pelaksanaannya kegiatan supaya sesuai dengan gambar yang telah direncanakan.

“Target selesai ini insyaallah bulan Oktober atau paling lambat bulan November,” ujarnya.

Lurah Pataruman, Cep Iman Budiman mendukung program Gerbang Cahayaku itu. Menurutnya, selain mengubah kawasan kumuh menjadi lebih indah, program tersebut diharapkan mampu menjadi pintu pembuka kreativitas warga untuk meningkatkan prestasi.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya