Kemenhub Minta Maaf Soal Insiden dengan Wartawan Liputan6.com di Batam

Oleh Ahmad Apriyono pada 17 Sep 2021, 08:15 WIB
Diperbarui 17 Sep 2021, 09:58 WIB
kebebasan pers
Perbesar
Kebebasan Pers

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, menyampaikan permohonan maaf atas tindakan berlebihan petugas pengamanan terhadap kontributor Liputan6.com Batam, Ajang Nurdin, saat meliput kunjungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Batam, Rabu (16/9/2021). Adita menyebut hal ini hanya kesalahpahaman belaka. 

"Kami memohon maaf pada awak media atas ketidaknyamanannya. Kami telah melakukan evaluasi internal dan Menteri Perhubungan telah memberikan teguran keras kepada tim pengamanan di lapangan," ujar Adita, Jumat (17/9/2021).

Adita juga menambahkan bahwa pihaknya selama pandemi ini berupaya menghindari kerumunan termasuk salah satunya dengan tidak mengadakan doorstop. Dalam melaksanakan hal tersebut, tim pengamanan selalu diminta menggunakan pendekatan yang humanis.

"Insiden ini akan menjadi masukan bagi kami untuk terus melakukan perbaikan ke depan," katanya.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak juga video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kronologi Kejadian

Sebelumnya Liputan6.com menyayangkan aksi petugas pengamanan yang berlebihan terhadap Ajang Nurdin, kontributor Liputan6.com di Batam, Kepulauan Riau, saat meliput kunjungan kerja Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Rusun BP Batam di Tanjung Uncang, Batu Aji, Batam, Kamis (16/9/2021).

"Selama ini kerja jurnalistik oleh tim kami terkait dengan kegiatan dan program Kemenhub tidak ada masalah, mengapa sampai ada insiden ini," kata Pemimpin Redaksi Liputan6.com Irna Gustiawati.

Kronologinya, saat itu Ajang hendak mewawancarai Budi Karya Sumadi usai meninjau Rusun BP Batam. Belum sempat mengajukan pertanyaan, Ajang langsung didorong pada bagian lehernya oleh salah satu ajudan menteri.

Setelah itu, petugas lain yang tidak diketahui dari instansi mana memiting sembari menyeret Ajang menjauh dari rombongan menteri.

Ajang mengaku tidak mengetahui kalau Budi Karya Sumadi tidak dapat diwawancarai saat itu. Berdasarkan jadwal kunjungan kerja Menhub itu di Batam pun, tidak disebutkan larangan wawancara door stop.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya