Komitmen Bank BRI Terkait E-Warong Fiktif di Blora

Oleh Ahmad Adirin pada 18 Sep 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 18 Sep 2021, 07:00 WIB
Asisten Manager Bank BRI Kantor Cabang Cepu, Bambang Winarno ketika diwawancarai Liputan6.com di halaman parkiran kantor Dinsos P3A Kabupaten Blora. (Liputan6.com/Ahmad Adirin)
Perbesar
Asisten Manager Bank BRI Kantor Cabang Cepu, Bambang Winarno ketika diwawancarai Liputan6.com di halaman parkiran kantor Dinsos P3A Kabupaten Blora. (Liputan6.com/Ahmad Adirin)

Liputan6.com, Blora - Selain pedagang telur ayam, pihak Bank BRI Kantor Cabang Cepu juga turut dimintai keterangan oleh tim Kemensos dan Intel Mabes Polri terkait elektronik warung gotong royong (E-Warong) yang dianggap fiktif di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Asisten Manager Bank BRI Kantor Cabang Cepu, Bambang Winarno berkomitmen apabila di lapangan masih ditemukan adanya E-Warong Fiktif, maka akan segera dibredel alias diganti.

"Betul sekali. Tapi, saya pastikan saat ini sudah tidak ada E-Warong fiktif. Karena apa, BRI punya banyak agen Brilink. Mohon dibedakan nggeh," ungkap Bambang kepada Liputan6.com seusai memberikan keterangan di Kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Blora, Kamis (16/9/2021).

Bambang melanjutkan adanya sejumlah partner pihak BRI seperti agen Brilink murni, agen Brilink E-Warong dan agen brilink Kios Pupuk Lengkap (KPL), masing-masing agen Brilink mempunyai alat Electronik Data Capture (EDC).

"Jadi setiap toko atau konter hp, ketika ada mesin EDC belum tentu dia E-Warong," ujarnya.

Menurut Bambang, dari pihak BRI ada petugas lapangan yang setiap harinya melakukan monitoring harian E-Warong. Serta dari pihak dinsos ada petugas lapangan yang dalam hal ini adalah Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) .

"Tentunya petugas kami, dan dinsos saling bersinergi ketika ditemukan ada kejanggalan. Segera nanti dilaporkan saat nanti ada rapat bulanan dan nanti kita yang tindak lanjuti," katanya.

Bambang mengaku baru mengetahui adanya temuan E-Warong banyak yang bermasalah alias tidak sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) setelah pihaknya dihadirkan dalam pemeriksaan ini.

Ia mengatakan untuk mengentaskan permasalahan yang muncul saat ini, pihaknya berani menargetkan segera tuntas alias selesai pada bulan depan.

"Targetnya bulan depan selesai. Selama ini maaf nggeh, dari sisi BRI menunjuk E-Warong kan sudah sesuai ketentuan. Tapi tidak lepas dari kami manusia biasa," kata Bambang.

"Bila mana tetap ditemukan kesalahan, tolong segera beritahu BRI. Nanti segera kami relokasi," imbuhnya.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Suplier E-Warong

Bambang menjelaskan, BRI selaku Himpunan Bank Negara (Himbara) adalah pihak yang menunjuk agen E-Warong di Blora. Menurutnya, tentang suplier bukan ranahnya BRI yang menunjuk.

"Masalah E-Warong itu ngambilnya barang dari suplier manapun, itu terserah E-Warong. Bukan ranahnya BRI. Bahkan E-Warong boleh kok pengadaan sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut, disinggung apabila pihak suplier atau pemasok E-Warong di lapangan malah dari anggota DPRD, Bambang kembali menegaskan bahwa hal itu bukan merupakan kewenangannya untuk mengganti.

"Itu bukan kewenangan BRI. Soal kewenangan siapa, ya sesuai prosedur. Artinya begini, E-Warong bisa belanja dimana, silahkan. Terserah E-Warong," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya