Ridwan Kamil Sebut Purwakarta dan Cirebon PPKM Level 4 karena Data Belum Sinkron

Oleh Huyogo Simbolon pada 15 Sep 2021, 11:00 WIB
Diperbarui 15 Sep 2021, 11:00 WIB
Ridwan Kamil
Perbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung - Pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa-Bali masih ada dua daerah di Jabar yang berstatus level 4. Kedua daerah yang masih menerapkan PPKM level 4 adalah Kabupaten Purwakarta dan Cirebon berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan naiknya status dua daerah tersebut ke dalam PPKM level 4 bukan berarti terjadi kenaikan kasus Covid-19. Namun dikarenakan data kasus-kasus lama di dua kabupaten tersebut baru sinkron dengan pemerintah pusat.

"Dua wilayah Cirebon dan Purwakarta kesimpulannya bukan ada kenaikan kasus atau faktor epidemiologi. Tetapi lebih kepada update data lama hasil disinkronisasi dengan pemerintah pusat," kata Ridwan Kamil dalam jumpa pers virtual, Selasa (14/9/2021).

 

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sinkronisasi Data

Emil menjelaskan akibat keterlambatan sinkronisasi data, dua daerah di Jabar tersebut jadinya dilabeli PPKM level 4. Padahal, kondisi di lapangan tidak menyatakan demikian.

"Jadi, secara realita bukan di PPKM level 4 tapi karena data yang dibaca memang ada data tambahan dari kasus masa lalu, maka dihitung sebagai PPKM level 4. Ini sedang dikomunikasikan kepada pemerintah pusat difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tuturnya.

Emil mencontohkan, seharusnya Purwakarta tidak masuk menjadi level 4 karena selama empat hari terakhir tidak ada penambahan angka kematian akibat Covid-19.

"Sebagai contoh kematian harian di Purwakarta 0 sementara dalam catatan PPKM level 4 ini kenaikan 4 kali lipat," ujarnya.

Sementara itu, bed occupancy ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur perawatan pasien Covid-19 di Jabar kembali turun.

"BOR kembali turun posisi hari ini di 9,3 persen, jadi ini pertama kalinya BOR rumah sakit kita berada di satu digit. Mudah-mudahan kita pertahankan," kata mantan Wali Kota Bandung itu.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya