Menilik UII, Universitas Tertua di Indonesia yang Sarat Sejarah

Oleh Switzy Sabandar pada 10 Agu 2021, 04:00 WIB
Diperbarui 10 Agu 2021, 04:00 WIB
UII Yogyakarta
Perbesar
Kampus Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, (Liputan6.com/Yanuar H)

Liputan6.com, Yogyakarta - Pendidikan merupakan kegiatan yang memegang peranan dalam perjalanan sejarah Indonesia. Turut andil orang-orang terdidik menggerakkan bangsa dalam upaya meraih kemerdekaan. Di sini lah terlihat perguruan tinggi menjadi salah satu pusat perjuangan bangsa.

Berdirinya perguruan tinggi juga merupakan cita-cita para pahlawan. Dahulu jenjang pendidikan tinggi hanya dimiliki bangsa Belanda. Kemudian para petinggi bangsa seperti Moh Hatta, KHA Muzakkir, Moh Roem, Moh Natsir, KH Wahid Hasyim, dan yang lainnya berinisiatif mendirikan pendidikan tinggi di Indonesia.

Siapa sangka jika terdapat salah satu kampus yang didirikan tepat satu bulan sebelum kemerdekaan Indonesia. Kampus tertua itu saat ini dikenal dengan nama Universitas Islam Indonesia (UII). Dahulu, para petinggi bangsa mendirikan kampus tersebut di Jakarta pada 8 Juli 1945. Saat awal pendirian, kampus tersebut masih bernama Sekolah Tinggi Islam (STI). Pada 10 April 1946, STI resmi dibuka di Yogyakarta.

Dalam buku Sejarah dan Dinamika UII terbitan Badan Wakaf UII disebutkan alasan pemindahan lokasi kampus. Dalam buku tersebut diceritakan pada 4 Januari 1946 ibu kota dipindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Pemindahan ibu kota tersebut berpengaruh pada keberlangsungan pendidikan di STI.

Saat itu, Jakarta dirasa tidak kondusif untuk pelaksanaan perkuliahan karena suasana perang. Selain itu, beberapa dosen dan pengurus STI juga merupakan pejabat pemerintah sehingga mereka turut pindah ke ibu kota baru.

Dilansir dari laman uii.ac.id, pada 14 Desember 1947 STI kemudian ditetapkan menjadi University Islam Indonesia. UII awalnya dikembangkan dengan beberapa fakultas perintis, seperti Fakultas Agama, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan, dan Fakultas Ekonomi. Pengembangan tersebut bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan umum dengan ajaran-ajaran Islam.

Pada Agustus 1950, Fakultas Agama UII kemudian menjadi Perguruan Tinggi Islam Negeri. Saat ini, kampus tersebut dikenal sebagai UIN Sunan Kalijaga.

Pada 1951, Fakultas Pendidikan UII dibekukan. Di samping itu, Perguruan Tinggi Islam Indonesia Surakarta digabung dengan UII. Kampus ini juga merupakan pionir kampus- kampus yang ada di Indonesia. Sebab pada 1962, UII membuka cabang-cabang kampus di kota Surakarta, Purwokerto, Cirebon, Klaten, Madiun, Bangil, dan Gorontalo.

Lalu muncul aturan baru yang terdapat dalam peraturan perundangan tahun 1967 dan 1968. Peraturan tersebut mengharuskan UII melebur fakultas cabang ke fakultas induk di Yogyakarta dan perguruan tinggi setempat.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:


Universitas di Kaki Gunung Merapi

Pada 1983, UII merintis pengadaan lahan untuk dijadikan kampus terpadu di Jalan Kaliurang. Di Jalan Kaliurang Km 14.5 lah kampus terpadu UII berlokasi. Sejak 1993 kegiatan akademik dan pembangunan fasilitas di kampus terpadu UII terus berlangsung hingga saat ini.

Keistimewaan kampus ini membuat banyak orang tertarik. Selain menyimpan sejarah panjang, kampus ini juga indah dari segi bangunan dan fasilitasnya.

Danang Giri Sadewa merupakan salah satu orang yang tertarik mengulik kampus tertua ini. Melalui akun Youtubenya yang bertajuk Campus Tour ia menilik dan mengulas berbagai hal yang ada di UII. Ternyata kampus ini memiliki banyak fasilitas, seperti Masjid Ulil Albab yang megah akan terlihat begitu anda memasuki area kampus UII.

Tidak hanya itu, UII juga dilengkapi dengan gedung olah raga (GOR) Ki Bagoes Hadikoesoemo dengan kapasitas kurang lebih 600 orang. GOR tersebut rupanya bisa digunakan oleh mahasiswa dan juga masyarakat umum. Demi menunjang kegiatan olahraga lebih maksimal pengelola UII juga membangun UII Training Ground seluas 68 x 105 meter persegi.

Rupanya lahan tersebut sering digunakan oleh TIMNAS sepak bola dan juga Tim PSS Sleman untuk berlatih. Danang juga memperlihatkan keasrian kampus tersebut dalam videonya.

Ternyata, kampus tersebut didapuk sebagai kampus hijau dan asri. La Tofi School of CSR memberikan penghargaan Indonesia Green Awards dengan kategori Green Campus pada tahun 2012, 2014, 2016. Bagaimana tidak, pasalnya sebanyak 68 persen lingkungan kampus tersebut merupakan area hijau.

Selain itu, untuk menunjang kelestarian lingkungan pengelola UII juga membangun embung UII serta menggunakan beberapa panel surya.Banyak fasilitas lainnya yang terdapat di UII, seperti area exercise medicine center, pondok pesantren, SPBU UII, dan masih banyak fasilitas lain yang dapat dilihat di laman kampus tersebut.

Dalam videonya, Danang juga menyampaikan bahwa UII memiliki museum. Salah satu barang bersejarah yang terdapat dalam museum tersebut adalah kereta dinas rektor pertama UII, Prof. Dr. Abdul Kahar Muzakir. Saat mengunjungi museum, juga dapat dilihat candi Hindu di dalam kampus Islam. Candi tersebut merupakan Candi Kimpulan yang ditemukan saat pembangunan perpustakaan.

Penulis: Nurul Fajri Kusumastuti

Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya