Kisah Youtuber Australia Makan Gudeg di Yogyakarta Minta Tambah Nasi

Oleh Switzy Sabandar pada 05 Agu 2021, 06:00 WIB
Diperbarui 05 Agu 2021, 06:00 WIB
Kampung Gudeg Wijilan - Yogyakarta
Perbesar
Kampung Gudeg Wijilan - Yogyakarta. (@Andi Rosita Dewi)

Liputan6.com, Yogyakarta- Gudeg sudah dikenal sebagai kuliner khas Yogyakarta. Dave Jephcott, Youtuber asal Australia yang beristrikan orang Jawa Timur, pun penasaran dengan rasa gudeg.

Melalui akun Youtube miliknya, Londokampung Family, ia membagikan pengalamannya saat pertama kali mencicipi gudeg. Saat singgah di Jalan Wijilan Yogyakarta, ia melihat sederet rumah makan yang menyajikan gudeg. Lantas ia menyebutkan setiap rumah makan gudeg yang dilihatnya.

Dengan logat jawanya yang khas, Dave bercanda akan membuka cabang gudegnya sendiri.

“Di sini banyak pilihan gudeg. Iku ono gudeg Bu Is, Bu Lis, Bu Rini. Kok nggak ono bapak-bapak sing dodolan yo? Aku dodol Gudeg Londo ae, sopo ngerti payu (Di sini banyak pilihan gudeg. Disitu ada gudeg Bu Is, Bu Lis, Bu Rini. Kok nggak ada bapak-bapak ya yang jualan gudeg? Aku coba jualan, Gudeg Londo, siapa tahu laris),” ujar Dave.

Ia bersama keluarganya mendatangi dan berhenti di rumah makan gudeg Yu Djum Wijilan 167. Lagi-lagi kelucuan muncul di setiap celotehan Dave.

“Wow apik. I like this place,” kata Dave.

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Selera Nusantara

Dave bisa dalam sekejap mengubah logat dan gaya bicaranya. Di awal ia menggunakan bahasa Jawa kental dengan logatnya, sesaat kemudian berbicara dalam bahasa Inggris seperti layaknya seorang native speakers. Dave juga memberikan informasi bahwa Gudeg Yu Djum pusat merupakan dapur utama seluruh cabang gudeg Yu Djum.

Pemiliknya yaitu Bu Djuwariyah merintis sejak tahun 1951. Dave dan keluarga langsung menyantap gudeg sesaat setelah dihidangkan. Sambil makan, Dave juga menyuapi anaknya. Nampak bahwa sang anak menyukai makanan khas Yogyakarta ini.

“Selera Nusantara ternyata,” kata istri Dave melihat anaknya yang senang saat menyantap gudeg.

Saat menyantap Dave terkejut dengan rasa gudeg yang manis. Bagi Dave gudeg tersebut terlalu manis seperti gudeg pada umumnya.

Rasa gudeg yang khas membuat Dave dan sang istri menambah porsi nasi.

“Aku tadi juga mikir nasinya kurang. Ya nambah berarti,” ucapnya.

(Nurul Fajri Kusumastuti)

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya