PPKM Level 4 Diperpanjang, Efektifkah Turunkan Kasus Covid-19 di Riau?

Oleh M Syukur pada 04 Agu 2021, 22:00 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 22:00 WIB
Pemeriksaan warga di perbatasan Pekanbaru karena sedang dilaksanakan PPKM level 4.
Perbesar
Pemeriksaan warga di perbatasan Pekanbaru karena sedang dilaksanakan PPKM level 4. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - PPKM level 4 Pekanbaru diperpanjang lagi hingga 9 Agustus 2021. Pertama kali, ibu kota Pekanbaru menerapkan istilah pengganti PPKM darurat ini pada 26 Juli 2021 karena lonjakan kasus Covid-19.

Pemerintah Kota Pekanbaru kemudian membentuk sembilan tim pengawasan PPKM level 4. Tujuannya menekan penyebaran Covid-19 agar tidak meluas dan mengintensifkan tracing, testing, hingga pengobatan pasien virus corona.

Pemerintah Provinsi Riau juga ikut menyulap Asrama Haji menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19. Selanjutnya, menginstruksikan rumah sakit rujukan menambah kapasitas tempat tidur pasien Covid-19.

Polda Riau dan Polresta Pekanbaru bekerja sama dengan dinas perhubungan dan Satpol PP menyekat sejumlah jalan menuju kota. Termasuk perbatasan dengan kabupaten lain dengan kewajiban membawa surat bebas Covid-19 dan sudah vaksin dosis pertama bagi yang ingin masuk.

Sejumlah kabupaten juga menerapkan PPKM meskipun tidak level 4. Ada yang PPKM level 3 dengan kelonggaran tapi tetap wajib protokol kesehatan, bahkan ada juga PPKM level 1.

Lantas apakah angka penyebaran Covid-19 di Riau menurun dengan PPKM berbagai level tadi.

Sebagai gambaran, sebelum tanggal 26 Juli angka positif harian di Riau hampir menyentuh angka seribu. Ditarik ke pekan sebelumnya selalu berada di angka 700 hingga 900.

Kemudian berdasarkan data pada 26 Juli 2021 atau setelah pemberlakuan PPKM berbagai level, angka konfirmasi harian Covid-19 di Riau tercatat pada 1.137 kasus. Dari jumlah itu, 810 pasien yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan sembuh.

Hanya saja, terdapat 32 pasien meninggal dunia. Padahal sebelumnya tanggal 26 Juli, angka kematian di Riau selalu di bawah 30 orang per hari. Dari jumlah terkonfirmasi tadi, petugas memeriksa 3.504 spesimen dan 3.112 orang diperiksa.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak video pilihan berikut ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Selalu Seribu ke Atas

Tempat tidur bagi warga isolasi mandiri di Asrama Haji Riau untuk penyembuhan Covid-19.
Perbesar
Tempat tidur bagi warga isolasi mandiri di Asrama Haji Riau untuk penyembuhan Covid-19. (Liputan6.com/M Syukur)

Selanjutnya pada 27 Juli 2021, angka konfirmasi terus naik mencapai 1.428. Petugas juga mencatat penurunan angka kesembuhan yaitu 662 pasien dan peningkatan angka kematian yaitu 35 pasien.

Kemudian pada 28 Juli 2021, angka konfirmasi harian turun yaitu 1.276 kasus. Pasien sembuh juga meningkat yaitu 927 orang dan pasien meninggal dunia juga turun, 23 orang.

Petugas juga memeriksa 3.536 sampel yang masuk di berbagai laboratorium yang ada, sedangkan jumlah orang diperiksa berjumlah 3.100.

Pada 29 Juli 2021, angka konfirmasi harian melonjak tajam karena mencapai 2.096. Pasien yang sembuh juga turun menjadi 606 dan meninggal dunia kembali naik menjadi 25 orang.

Berikutnya pada 30 Juli 2021, Riau mencatat penurunan konfirmasi harian yaitu 1.667 kasus. Jumlah pasien sembuh meningkat menjadi 909 orang tapi pasien Covid-19 meninggal naik tajam menjadi 43 orang.

Sementara itu, spesimen yang diperiksa naik tajam dari beberapa hari sebelumnya yaitu 5.777 sampel dan jumlah orang yang diperiksa 4.639 orang.

Lalu pada 31 Juli 2021, angka konfirmasi harian turun sedikit yaitu 1.626 kasus. Namun pasien yang sembuh turun drastis menjadi 379 orang dan pasien meninggal dunia kembali naik yaitu 50.

Sepertinya, Satgas Covid-19 di Riau meningkatkan jumlah tracing dan testing karena spesimen yang diperiksa naik hingga 6.398 sampel dan jumlah orang diperiksa berjumlah 5.295 orang.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tertinggi Kematian Sejak Maret 2020

Salat jenazah bagi warga yang meninggal dunia karena Covid-19 di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.
Perbesar
Salat jenazah bagi warga yang meninggal dunia karena Covid-19 di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru. (Liputan6.com/M Syukur)

Penurunan angka konfirmasi harian Covid-19 kembali turun pada 1 Agustus 2021 yaitu 1.202 kasus baru. Di sisi lain, angka kesembuhan kembali tinggi karena mencapai 852.

Namun angka kematian masih terbilang tinggi yaitu 32 pasien. Pemeriksaan spesimen juga turun dari hari sebelumnya karena jumlah sampel yang diperiksa adalah 4.131 dan jumlah orang di periksa berjumlah 3.837 orang.

Penurunan konfirmasi Covid-19 terus terjadi hingga 2 Agustus 2021 yaitu 1.077 kasus baru. Angka kesembuhan juga melesat dari sebelumnya yaitu 988 pasien tapi angka kematian menjadi 51 orang.

Kematian 51 orang itu merupakan yang tertinggi sejak Covid-19 masuk ke provinsi Riau. Jumlah itu juga tertinggi sejak provinsi bagian tengah Pulau Sumatra ini menerapkan PPKM berbagai level.

Berdasarkan data per 2 Agustus 2021, virus corona sudah menginfeksi 99.380 warga Riau. Dari jumlah itu ada 82.984 dinyatakan sembuh, sementara yang masih dirawat di rumah sakit ada 1.274 orang.

Selanjutnya ada 12.445 warga menjalani isolasi mandiri. Sebagian besar di fasilitas milik pemerintah dan sedikit di rumah karena Pemerintah Provinsi Riau sudah melarang isolasi mandiri di rumah.

Dari total konfirmasi tadi, Riau berduka karena Covid-19 telah merenggut nyawa 2.677 warga Bumi Lancang Kuning. Baik itu disebabkan penyakit penyerta ataupun tanpa komorbid.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Warga Enggan ke Rumah Sakit

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir menyatakan sebagian besar kematian disebabkan keengganan warga untuk dirawat di rumah sakit ataupun menjalani isolasi di fasilitas pemerintah.

Ada warga yang kekeh isolasi mandiri di rumah. Hal ini membuat warga kurang mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga gejala Covid-19 beranjak dari ringan ke sedang dan menuju berat.

"Ketika berat ini, warga tadi kemudian dibawa ke rumah sakit," kata Mimi.

Selain itu, tingginya angka kematian di Riau karena ada penyakit bawaan dan rata-rata pasien meninggal berusia 50 tahun ke atas. Oleh karena itu, Mimi berharap tidak ada lagi isolasi mandiri di rumah.

"Khususnya yang punya penyakit bawaan dan berusia 50 tahun ke atas agar termonitor oleh tenaga kesehatan," kata Mimi.

Terkait angka konfirmasi harian sejak PPKM berbagai level dilakukan di Riau, Mimi menyebut ada surat edaran dari Dirjen P2 Kementerian Kesehatan. Surat itu terkait percepatan pemeriksaan dan pelacakan untuk daerah PPKM level 4 dan 3.

"Hasil pemeriksaan antigen rapid positif sudah masuk dalam kategori konfirmasi, dan apabila hasil negatif maka dilakukan PCR di hari kelima yang berlaku selama masa PPKM level 4 dan 3," ucap Mimi.

Saat ini, Pemerintah Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru juga sudah mempersiapkan 60 ambulans untuk menjemput warga yang masih isolasi mandiri di rumah. Sebelum dijemput, ada petugas yang membujuk warga terkonfirmasi agar mau dirawat di rumah sakit ataupun isolasi mandiri di fasilitas kesehatan milik pemerintah.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya