Kementerian Perhubungan Luncurkan Kapal Pelni Sebagai Tempat Isolasi Covid-19

Oleh Liputan6dotcom pada 03 Agu 2021, 02:23 WIB
Diperbarui 03 Agu 2021, 02:23 WIB
Kemenhub menyiapkan kapal Pelni sebagai tempat isolasi mandiri para pasien penderita Covid-19 yang bergejala ringan. Dok Kemenhub
Perbesar
Kemenhub menyiapkan kapal Pelni sebagai tempat isolasi mandiri para pasien penderita Covid-19 yang bergejala ringan. Dok Kemenhub

Liputan6.com, Makassar - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan penggunaan kapal Pelni sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Inisiasi itu untuk pertama kalinya direalisasikan di Makassar dengan pemanfaatan KM Umsini sevagai loksi isolasi apung terpadu.

Kementerian Perhubungan, PT Pelni (Persero), dan Pemerintah Kota Makassar meluncurkannya secara resmi pada Senin (2/8/2021). Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Kota Makassar, beserta Pelni di atas KM Umsini.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, R Agus H Purnomo, yang turut hadir secara virtual mengharapkan pemanfaatan KM Umsini dapat dimaksimalkan secara tepat. Dia juga berharap inovasi ini dapat menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kota Makassar.

"Silahkan menggunakan kapal tersebut sampai covid di Kota Makassar menurun. Semoga dengan inovasi isolasi apung ini bisa mengurangi grafik penularan Covid," katanya.

Dia mengatakan, Kemenhub telah memberikan izin dan berkoordinasi dengan Pelni terkait dengan penyediaan kapal. Sementara terkait operasional isolasi dan penyediaan nakes akan dikoordinasikan oleh Pemda setempat.

Rencana pemanfaatan kapal untuk isolasi mandiri bagi penderita Covid-19 juga akan dilaksanakan di Lampung. Saat ini prosesnya masih dalam tahap koordinasi dengan Gubernur Lampung dan pihak terkait lainnya

Direktur Usaha Angkutan Penumpang PT Pelni O.M. Sodikin mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Kemenhub sehingga KM Umsini dapat dipergunakan untuk mendukung program Makassar Recover yang dicanangkan Pemerintah Kota Makassar.

"Hal ini merupakan bentuk perwujudan kolaborasi Pelni bersama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memerangi Covid-19 di Indonesia," kata O.M Sodikin.

Ia mengatakan, KM Umsini siap menjadi tempat isolasi apung bagi 785 pasien Covid-19 OTG dan gejala ringan. Tiap-tiap bed antar pasien isolasi mandiri telah diberikan sekat (recovery capsule) dan terbagi atas empat deck dengan pemisahan berdasarkan jenis kelamin.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tata Cara Isolasi di Kapal

Sementara, untuk tenaga medis telah dipersiapkan sebanyak 64 tempat tidur dengan lokasi yang terpisah dari dek pasien isolasi mandiri. Jumlah tersebut sesuai dengan kebijakan 50 persen dari kapasitas kapal sehingga protokol kesehatan di atas kapal tetap terlaksana.

Beberapa fasilitas penunjang di kapal juga telah dipersiapkan guna mendukung pelaksanaan isolasi mandiri, seperti penyediaan kamera pengawas (CCTV) pada 31 titik di atas KM Umsini, poliklinik, jogging track.

"Dek atas sebagai ruang terbuka di atas kapal juga dapat dimanfaatkan oleh pasien isolasi mandiri sebagai lokasi untuk berolahraga maupun berjemur. Kami berharap dengan fasilitas yang disediakan dapat mendukung percepatan proses penyembuhan pasien yang melakukan isolasi di atas kapal Pelni,” ujar Sodikin.

KM Umsini adalah satu dari 26 kapal penumpang yang dioperasikan oleh PT Pelni, menyinggahi Makassar dalam rute pelayarannya. Kapal berkapasitas 2000 pax ini memiliki rute reguler Kijang - Tanjuk Priok - Surabaya - Makassar - Maumere - Larantuka - Lewoleba - Kupang (PP). Selama masa PPKM Darurat berlangsung, KM Umsini merupakan salah satu kapal yang melakukan portstay akibat dari penutupan sejumlah wilayah.

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menjelaskan pemanfaatan KM Umsini amengusung tiga konsep. Pertama, recovery, di mana para dokter dan nakes akan menyiapkan sejumlah menu sehat untuk di konsumsi termasuk vitamin dan suplemen para peserta.

Kemudian yang kedua training motivasi untuk memberikan semangat kesembuhan yang akan di isi oleh para akademisi, praktisi, maupun pembelajaran agama. Konsep ketiga yang tidak kalah menarik yakni olahraga dan rekreasi agar peserta tidak jenuh menjalani isolasi.

"Alhamdulillah ide untuk menyelamatkan masyarakat dari paparan Covid melalui isolasi apung terpadu telah disetujui dan secara legal ditandai dengan penandatanganan kerja sama hari ini," kata wali kota.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya